BERBAGI

Medsoslampung.co – Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Rayon Lampung Utara-Way Kanan memastikan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas/sederajat Tahun 2019 sesuai dengan peraturan yang ada.

Hal itu dikatakan oleh Kepala UPDT SMA/SMK setempat, Mat Soleh saat dikonfirmasi terkait indikasi penggunaan kartu keluarga (KK) pada famili memiliki lokasi terdekat dengan sekolah menjadi incaran, Rabu (19/6).

“Kita pastikan itu tak ada, apalagi sampai pemalsuan dokumen kependudukan seperti masalah kartu keluarga,” kata dia.

Berdasarkan pantauannya di lapangan, untuk di Way Kanan tidak ditemukan masalah berarti. Namun khusus di Lampura, hal ini sempat mengemuka. Seperti misalnya laporan masyarakat, sehingga pihaknya mewanti-wanti agar dapat menjalankan sebagaimana pada juklak-juknisnya.

“Kalau pun ada yang sampai memalsukan itu, kami pastikan oknum yang bermain. Sebab, jelas yang digunakan dalam zonasi itu syarat mutlaknya harus berdomisili minimal satu tahun. Dan kita telah menyiapkan formulasi menganggulangi permasalahan ini, “terangnya.

Pihaknya berharap pelaksanaan PPBD dapat berjalan sesuai harapan serta tanpa permasalahan. Yang dapat merusaknya jalannya sistem perekrutan yang mendahulu warga berada terdekat dilokasi. “Dalam peraturan telah jelas, bahwasanya ada tiga jalur yang dilaksanakan. Mulai dari zonasi (90%); prestasi (5%) dan perpindahan orang tua (5%). Harapannya tahun tidak terdapat masalah berarti sehingga mengurangi nilai proses PPDB tahun ini, “tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan fakta ditemukan dilapangan pelaksanaan zonasi pada sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di tingkat Sekolah Menengah Atas Tahun 2019 masih terdapat celah bagi melalui cara di luar peraturan demi masuk sekolah favorit yang menjadi incarannya.

Dengan dalih memasukkan nama calon PPDB ke dalam KK (kartu keluarga) famili memiliki lokasi terdekat dengan sekolah yang dituju. Sehingga dapat menaikkan nilainya pada sistem perangkingan yang menjadi patokan, sesuai kuota sekolah bersangkutan. Yang dapat memperbesar peluang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

“Kebetulan saya punya saudara yang berada tidak jauh disini, anak saya sudah masuk. Jadi insyallah aman, “kata salah seorang wali murid mendaftarkan anaknya di sekolah favorit di bilangan Kotabumi,”terangnya

Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Rayon Lampung Utara-Way Kanan memastikan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas/sederajat Tahun 2019 sesuai dengan peraturan yang ada. Hal itu dikatakan oleh Kepala UPDT SMA/SMK setempat, Mat Soleh saat dikonfirmasi terkait indikasi penggunaan kartu keluarga pada famili memiliki lokasi terdekat dengan sekolah menjadi incaran, Rabu (19/6/2019).

“Kita pastikan itu tak ada, apalagi sampai pemalsuan dokumen kependudukan seperti masalah kartu keluarga, “kata dia.

Berdasarkan pantauannya di lapangan, untuk di Way Kanan tidak ditemukan masalah berarti. Namun khusus di Lampura, hal ini sempat mengemuka. Seperti misalnya laporan masyarakat, sehingga pihaknya mewanti-wanti agar dapat menjalankan sebagaimana pada juklak-juknisnya.

“Kalau pun ada yang sampai memalsukan itu, kami pastikan oknum yang bermain. Sebab, jelas yang digunakan dalam zonasi itu syarat mutlaknya harus berdomisili minimal satu tahun. Dan kita telah menyiapkan formulasi menganggulangi permasalahan ini, “terangnya.

Pihaknya berharap pelaksanaan PPBD dapat berjalan sesuai harapan serta tanpa permasalahan. Yang dapat merusaknya jalannya sistem perekrutan yang mendahulu warga berada terdekat dilokasi. “Dalam peraturan telah jelas, bahwasanya ada tiga jalur yang dilaksanakan. Mulai dari zonasi (90%); prestasi (5%) dan perpindahan orang tua (5%). Harapannya tahun tidak terdapat masalah berarti sehingga mengurangi nilai proses PPDB tahun ini, “tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan fakta ditemukan dilapangan pelaksanaan zonasi pada sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di tingkat Sekolah Menengah Atas Tahun 2019 masih terdapat celah bagi melalui cara diluar peraturan demi masuk sekolah favorit yang menjadi incarannya.

Dengan dalih memasukkan nama calon PPDB kedalam KK (kartu keluarga) famili memiliki lokasi terdekat dengan sekolah yang dituju. Sehingga dapat menaikkan nilainya pada sistem perangkingan yang menjadi patokan, sesuai kuota sekolah bersangkutan. Yang dapat memperbesar peluang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

“Kebetulan saya punya saudara yang berada tidak jauh disini, anak saya sudah masuk. Jadi insyallah aman, “kata salah seorang wali murid mendaftarkan anaknya di sekolah favorit di bilangan Kotabumi, ” terangnya.

.

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here