BERBAGI

LAMPUNG TIMUR – Plt. Bupati Lampung Timur (Lamtim) Zaiful Bokhori menyatakan perkembangan media sangat pesat. Dalam hitungan jam, bahkan kini setiap detik informasi dapat tersampaikan dengan cepat dengan berkembangnya media digital.

Diakui pula, karya kewartawanan menimbulkan keresahan di dinas/instansi hingga pemerintahan desa. Meski demikian, Zaiful memastikan bahwa dirinya dan Pemerintah Kabupaten Lamtim dan jajaran ya tidak alergi kritik. Terlebih wartawan di bawah naungan PWI sangat menjunjung profesionalitas dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Saya selaku pelaksana tugas bupati dan wakil bupati sangat mengharapkan kritik yang bersifat konstruktif. Ini demi kemajuan Bumi Ramik Pepadan. Saya juga sudah meminta kepada kepala dinas, Kepala Badan dan semua pejabat organisasi perangkat daerah untuk tidak alergi wartawan dan alergi kritik,” kata Zaiful, saat membuka Konferensi Kabupaten (Konferkab) VI PWI Lamtim, Kamis (29/3).

Menariknya, Zaiful merasa ada yang aneh pada dirinya jika tidak mendapatkan kritik. “Kalau tidak dikritik, saya merasa kuping dan tangan gatal-gatal,” ucapnya sambil tertawa dan begitu juga dengan para undangan Konferkab PWI Lamtim.

Dalam rangka menciptakan wartawan yang profesional, Zaiful menyatakan siap mendukung program PWI. “Saya yakin sekali Wartawan PWI profesional dan kompeten. Karena mereka tah mengikuti ujian kompetensi. DN ini akan terus kita support,” pungkasnya.

Wakil ketua Bidang Organisasi PWI Lampung Nizwar menyampaikan bahwa PWI semakin banyak menerima dN mendengar keluhan masyarakat terhadap dunia pers. Perubahan dalam bidang teknologi informasi pun terjadi setiap saat dengan pesatnya perkembangan media online.

“Keluhan muncul dari performa sebagian insan pers yang dianggap kurang mencerminkan sikap profesional, berwawasan dan beretika, tetapi yang terkena getah ya adakah pers secara keseluruhan,” ujar Nizwar.

Karena itu, dia berpesan kepada pengurus terpilih untuk bersama-sama membawa organisasi ke arah yang lebih baik dengan meningkatkan citra profesi wartawan Indonesia. Kemudian berupaya melakukan pelatihan-pelatihan melalui Sekolah Jurnalisme Indonesia dan UKW.

“Saya juga berharap Pak Zaiful dan pemerintah Kabupaten dapat mendukung UKW dengan penyelenggaraan khusus di Lampung Timur. Sehingga ke depannya wartawan di Lampung Timur melaksanakan tugas-tugas kewartawanan secara profesional di lapangan sehari-hari,” kata Nizwar. (niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here