BERBAGI

Medsoslampung.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Jogjakarta menjadi daerah pertama yang mempresentasikan terobosannya pada hari ketiga Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019. Provinsi yang dipimpin Sri Sultan Hamengkubuwono X itu menyuguhkan dua inovasi sekaligus. Yaitu Menggapai Mimpi Sahabat Rimba dan Sistem Perpustakaan Terpadu Jogja Library for All (Sepatu Jolifa).

Inovasi Menggapai Mimpi Sahabat Rimba milik Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Jogjakarta merupakan kolaborasi Pemerintah dengan masyarakat dalam pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam dengan memanfaatkan kawasan hutan lindung menjadi daerah wisata alam yang dikelola oleh masyarakat sekitar hutan.

Inovasi bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan lindung sekaligus memberdayakan masyarakat sehingga ekonomi mikro di pedesaan dapat terus tumbuh.

Sejak tahun 2015 Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (Balai KPH) Jogjakarta mulai menginisiasi adanya pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam di hutan lindung dimana masyarakat merupakan pelaku utamanya.

“Terobosan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan kondisi sosial ekonomi, serta menjaga kelestarian fungsi hutan secara berkelanjutan,” ujar Sri Sultan, Kamis (4/7).

Inovasi kedua yakni Sepatu Jolifa milik Balai Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Dibangun sebagai sarana belajar, pemenuhan sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Sepatu Jolifa hadir di masyarakat untuk memberikan layanan perpustakaan yang aksesibel melalui jaringan kerja sama antar perpustakaan berbasis teknologi informasi. Saat ini jumlah perpustakaan yang tergabung yaitu sebanyak 39 perpustakaan yang terdiri dari 1 perpustakaan umum daerah, 5 perpustakaan umum kabupaten/kota, 28 perpustakaan perguruan Tinggi, 3 perpustakaan sekolah, dan 2 perpustakaan Instansi.

Sepatu Jolifa menawarkan layanan secara online maupun offline. Secara online Sepatu Jolifa dapat diakses melalui alamat website www.jogjalib.com. Jenis layanannya yaitu integrasi informasi 39 perpustakaan yang meliputi data katalog buku, e-resources, informasi fasilitas perpustakaan, dan informasi buku unggulan.

Secara offline Sepatu Jolifa memberikan kemudahan akses masuk perpustakaan melalui layanan silang kunjung, dan pinjam buku antar perpsutakaan melalui layanan silang pinjam. Layanan silang pinjam ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang menerapkan konsep Inter Library Loan (ILL) di tingkat provinsi.

Inovasi selanjutnya datang dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan nama Penguatan Pendidikan Karakter Kulon Progo (PendekarKU), yang dipresentasikan oleh Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo, didampingi Kepala Dinas Dikpora Kulonprogo Sumarsana.

Presentasi hari ke-3 ditutup oleh pemaparan dari Sekda Kabupaten Bantul Helmi Jamharis dengan dua inovasi yakni Mobil Keliling Pajak Bantul milik Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul, dan inovasi Sistem Penjemuran Karya Santoso (SIPERKASA) dari UPTD Balai Benih Pertanian Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. (drw/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here