BERBAGI

Medsoslampung.co – Bupati Pesisir Barat (Pesibar) Agus Istiqlal menghadiri acara penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)-Perubahan Tahun 2019, di Gedung Dharma Wanita Krui, Rabu (24/7).

Bupati menyampaikan penyampaian penyusunan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2019, dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Lalu, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, serta Permendagri Nomor 38 Tahun 2018 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun 2019.

Diketahui berdasarkan Pasal 81 PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah, disebutkan bahwa penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas oleh DPRD dengan pemerintah daerah dalam rangka prakiraan perubahan atas APBD tahun anggaran yang bersangkutan.

Apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja, keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk tahun berjalan, keadaan darurat dan keadaan luar biasa.

“Selanjutnya adalah atas dasar rencana kerja maka disusunlah Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD-Perubahan,” paparnya.

Secara garis besar Bupati juga menjelaskan rancangan APBD-Perubahan baik pada komponen pendapatan, belanja maupun pembiayaan yaitu:
A. pendapatan pendapatan daerah semula Rp833.950.238.460,00 naik sebesar Rp22.106.927.665,51 sehingga menjadi Rp856.057.166.125,51 terdiri dari pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD), PAD semula sebesar Rp30.167.124.632,00 bertambah sebesar Rp21.829.463.979,51 menjadi sebesar Rp51.996.588.611,51.

Kedua dana perimbangan, dana perimbangan semula sebesar Rp592.967.670.000,00 naik sebesar Rp277.463.686,00 menjadi sebesar Rp593.245.133.686,00.

Ketiga lain-lain pendapatan daerah yang sah, lain-lain pendapatan daerah yang sah tetap sebesar Rp210.815.443.828,00.

B. Belanja daerah semula Rp854.450.238.460,00 naik sebesar Rp56.547.172.023,00 sehingga menjadi sebesar Rp910.997.410.483,00 terdiri dari pertama, belanja tidak langsung semula Rp427.109.171.185,00 naik sebesar Rp26.726.725.205,00 sehingga menjadi Rp453.835.896.390,00.

Kedua, belanja langsung semula sebesar Rp427.341.067.275,00 naik sebesar Rp29.820.446.818,00 menjadi sebesar Rp457.161.514.093,00 terdiri dari:
A. Belanja pegawai semula sebesar Rp70.009.948.205,00 naik sebesar Rp2.587.699.942,00 sehingga menjadi sebesar Rp72.597.648.147,00.

B. Belanja barang dan jasa semula sebesar Rp170.766.038.029,00 naik sebesar Rp23.979.582.643,00 sehingga menjadi sebesar Rp194.745.620.672,00.

C. Belanja modal semula sebesar Rp186.565.081.041,00 naik sebesar Rp3.253.164.233,00 sehingga menjadi sebesar Rp189.818.245.274,00.

Selanjutnya ke C, pembiayaan daerah.
Satu, penerimaan pembiayaan daerah penerimaan pembiayaan daerah semula sebesar Rp25.000.000.000,00 naik sebesar Rp34.440.244.357, sehingga menjadi sebesar Rp59.440.244.357,49.

Kedua, pengeluaran pembiayaan daerah pengeluaran pembiayaan daerah tetap sebesar Rp4.500.000.000,00 digunakan untuk, penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah tetap sebesar Rp4.500.000.000,00 dengan demikian pembiayaan netto sebesar Rp20.500.000.000,00 naik sebesar Rp34.440.244.357,49 sehingga menjadi Rp54.940.244.357,00 dapat untuk menutupi defisit anggaran sebesar Rp34.440.244.357,49 sehingga silpa tahun anggaran berkenaan menjadi sebesar Rp.0. (ers/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here