BERBAGI

Medsoslampung.co – Masyarakat Lampung patut mewaspadai pinjaman online. Sebab, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan masih banyak beredar perusahaan fintech lending ilegal.

“Jangan mudah menerima iming-iming proses cepat,” ungkap Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna Sosialisasi Mewaspadai Pinjaman online dan Investasi Ilegal pada kegiatan buka puasa bersama Insan Media dan anggota satgas Investasi Ilegal, Kamis (24/5).

Karena itu, Indra mengajak media untuk turut mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak pinjaman online ilegal.

Kepala Sub Edukasi OJK Lampung Dwi Krisno dalam paparannya mengungkapkan bahwa masyarakat dapat melakukan pinjaman online, namun teliti dulu perusahaannya. “Apakah terdaftar di OJK atau tidak,” kata dia.

Dia menyebutkan, per 15 Mei 2019 hanya lima perusahaan fintech lending berijin di OJK. Sementara sebanyak 108 statusnya terdaftar.

“Adapun yang dihentikan satgas investasi pada tahun 2017 sebanyak 80 entitas, tahun 2018 sebanyak 108, dan tahun 2019 sudah mencapai 120 entitas. Karena itu, masyarakat harus jeli dan benar-benar waspada,” sebutnya.

Biasanya, lanjut Dwi Krisno, yang ilegal memberikan segala kemudahan termasuk proses yang cepat. Namun, selanjutnya masyarakat akan terjebak dengan bunga tagihan yang tinggi. Bahkan, ada yang terjerat denda harian.

“Saat melakukan penagihan, biasanya disertai dengan intimidasi. Dan juga melalui kawan, teman kantor, bahkan pimpinan, dikirimkan SMS bahwa kita ada tunggakan. Ini bisa terjadi karena saat kita melakukan proses pinjaman ada perintah membagikan nomor kontak di ponsel, sehingga ketika kita menunggak semua yang ada di nomor ponsel dikirimi SMS dan menjelek-jelekan kita. Ada bahkan karyawan yang dipecat karena hal ini,” beber Dwi.

Karenanya, Dwi Krisno lagi-lagi mengingatkan agar masyarakat jeli mengecek perusahaan pinjaman online. Hindari pinjaman online ilegal dengan melihat kewajaran suku bunga ataupun denda, terdaftar atau tidak di OJK, persyaratan pinjamannya wajar atau tidak, dan hindari perilaku gali lobang tutup lobang.

“Ada yang melapor ke OJK, dan diketahui memiliki 20 pinjaman online ilegal dan itu hanya dipergunakannya ambil dari yang satu untuk nutup yang satu terus demikian,” ungkapnya.(mds/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here