BERBAGI

Medsoslampung.co – Masyakarat Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, keluhkan tidak berfungsinya Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Bahkan, masyarakat menilai pengelolaan BUMDes sarat kolusi dan nepotisme. Sebabnya, ketua BUMDes adalah adik kandung dari kepala desa (kades) Irwan Rosa.

Sementara, fasilitas Pamsimas telah diresmikan pada awal 2019. Sayang, hingga kini warga masih belum bisa merasakan manfaat dari program air bersih tersebut.

Menanggapinya, Kades Kedondong Irwan Rosa menyatakan bahwa ia telah dan terus berupaya melakukan tugasnya sebagai kades secara maksimal.

Soa BUMDes, ia menyebutkan telah mengalokasikan dana tersebut secara rutin.

“BUMDes itu semua masyarakat sudah tau keadaanya. Diawal kita memang pelihara kambing, namun karena suatu musibah jadi kambingnya itu pada mati semua. Selanjutnya kita ganti dengan buat kolam ikan, musibah lagi. Kolamnya kebanjiran,” jelasnya, Rabu (10/7).

“Selama kurun waktu 2017 hingga 2019 kita telah mengalokasikan dana kurang lebih sebesar 65 juta rupiah untuk BUMDes, pertama modal beli kambing 20 juta kemudian kita kasih lagi 45 juta rupiah,” tambahnya.

Perihal Pamsimas, Irwan berjanji segera memperbaiki hal tersebut. Dirinya telah merencanakan perbaikan melalui swadaya dari masyarakat.

“Iya minggu depan akan saya perbaiki, karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. (snd/ram/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here