BERBAGI

Medsoslampung.co – Hingga saat ini penggunaan Dana Desa (DD) masih berfokus pada sektor infrastruktur. Padahal, pembagunan Sumber Daya Manusia (SDM) semestimya juga memperoleh porsi cukup.

Karenanya, Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Lampung Aprozi Alam mendorong Pemerintah Desa lebih memaksimalkan DD.

“Sudah waktunya dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi di desa. Sayang kalau tidak dimanfaatkan secara baik. Karena kalau melulu di infrastruktur berarti desa tersebut stagnan, tidak ada pengembangan ” kata Aprozi Alam, Senin (16/12).

Aprozi Alam menjelaskan, pengembangan ekonomi desa dengan memanfaatkan DD sudah harus dimulai. Caranya dengan penguatan modal Badan Usaha Milik Desa  (BUMDes) untuk membantu menyejahterahkan pelaku usaha di desa. Dan ini semestinya dilakukan di Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

“Kita ketahui, tidak sedikit pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di desa yang sebenarnya memiliki prospek untuk dikembangkan. Cuma mereka inikan terpentok oleh permodalan, pengemasan, dan pemasaran. Kalau anggaran (DD) tersebut dicurahkan untuk pengembangan SDM aparatur desa, serta penguatan BUMDes, tentu sangat menguntungkan,” paparnya.

Ia menjelaskan, perekonomian di desa desa yang baik akan merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah desa tersebut berada.
“Kalau pertumbuhan ekononomi di desa membaik, otomatis daerah pun turut berkembang, karena ditopang kuatnya perekonomian didesa. Kepala desa dan masyarakat harus berfikir bagaimana desanya bisa menjadi destinasi tujuan, minimal bagi warga Lampura dahulu,” tegasnya.

Dari pengamatan Aprozi Alam, saat ini memang masih minim kolaborasi instansi terkait dengan pemerintahan desa untuk pengembangan permodalan dan penguatan ekonomi desa.

“Ya instansi terkait seharusnya membuka portal peluang pasar hasil usaha di desa dengan sering melakukan pelatihan dan pembinaan yang intens, bekerja sama dengan pasar, jadi pelaku UMKM dan BUMDes bergeliat,” sarannya.

Selain itu, pemerintah desa juga harus betul-betul serius melihat potensi yang ada di desa. “Usaha apakah yang paling cocok untuk diaplikasikan sehingga masyarakat desa benar-benar merasakan manfaat DD,” pungkas Aprozi. (sol/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here