BERBAGI

Medsoslampung.co – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Peserta Didik Baru Sekolah Mentah Atas/Kejuruan Negeri dan Swasta Provinsi Lampung Tahun Pelajaran 2019-2020, di Gedung Serba Guna Universitas Lampung (GSG Unila), Senin (15/7) pukul 09.15 Wajib.

Nunik, sapaan akrab wagub wanita pertama di Lampung itu, tiba di GSG Unila sekitar pukul 08.00. wagub masuk ke ruang acara tepat pukul 08.18.

Wagub disambut dengan lagu EghamKu di Lampung, dan tari kreasi Lampung, Sehaluan Muli Mekhanai, persembahan siswa SMAN 2 Bandar Lampung.

Lalu, master ceremony (MC) mengawali acara dengan menyapa selamat datang kepada wagub dan seluruh perseta didik baru dan tamu undangan.

Kemudian, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-quran oleh Musalika Mizdalifa, juga Siswa SMAN 2 yang menjuarai MTQ Tingkat Provinsi Lampung. Dilanjutkan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Provinsi Lampung.

Wagub Nunik mengungkapkan, siswa baru hari ini sangat beruntung. Mereka dapat mengenyam pendidikan. Sementara, dirinya dahulu nyaris tidak bisa bersekolah karena tidak diterima ketika mendaftar di Pringsewu.

“Dulu, saat masuk SMP saya nyaris tidak bersekolah. Saya tidak diterima di Pringsewu. Beruntung ada stanawiyah yang menerima,” kenang Nunik.

Karena itu, Nunik mendoakan agar semua siswa tahun ajaran 2019 menggapai sukses ke depannya. Juga dari lubuk hati yang paling dalam, Nunik ucapkan terima kasih kepada para guru dan tenaga kependidikan

“Semoga terus diberikan kesehatan sehingga dapat melahirkan kader-kader terbaik Lampung untuk mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya,” kata Nunik, dilanjutkan mengucapkan Basmallah tanda dimulainya MPLS 2019.

Sebelumnya, Ketua Panitia pelaksana, yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Sulpakar dalam laporannya menyampaikan tujuan MPLS adalah mengenal potensi diri siswa, membantu siswa adaptasi terhadap lingkungan sekolah, serta mengembangkan interaksi positif.

“Dalam pengenalan lingkungan sekolah, siswa baru diberi rasa aman, dan pengenalan sarana-prasarana. Sedangkan pengembangan interaksi positif adalah menumbuhkan perilaku positif, kejujuran, kemandirian, saling menghargai, kedisiplinan, hidup bersih dan semangat gotong royong pada diri siswa,” jelasnya.

MPLS juga akan melakukan simulasi penyelesaian suatu masalah, pengenalan etika komunikasi, bahasa dan cara berbicara.

“Kita juga menempatkan petugas piket yang setiap pagi menyapa dengan hati, dan senyum kepada siswa baru,” lanjut Sulpakar.

Usai pembukaan acara MPLA, akan dilakukan dengan penanaman dan penumbuhan akhlak karakter, penumbuhan budaya, penyuluhan antinarkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, dan penyuluhan antikorupsi oleh Kejaksaan Tinggi Lampung. Juga pengenalan dan pemanfaatan akses internet dengan bijak sehingga terhindar dari jeratan Undang Undang ITE oleh Polda Lampung. (niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here