BERBAGI

Medsoslampung.co – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim membuka Orientasi Kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dalam Gerakan Masyarakat (Germas) untuk Pencegahan Stunting, Kamis (5/9). Kegiatan selama dua hari hingga besok (6/9) itu berlangsung di Hotel Bukit Randu, Kota Bandar Lampung.

Untuk diketahui, Stunting atau pendek adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama, akibat makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Anak yang mengalami stunting tinggi badannya lebih pendek jika dibandingkan dengan anak seumurnya. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru akan nampak saat anak berusia dua tahun.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, stunting di Indonesia masih bertengger di angka 30 persen.

Berbagai intervensi baik spesifik atau sensitif untuk mencegah stunting terus dilakukan. Di antaranya, edukasi masyarakat tentang asupan gizi, seimbang, cara memasak yang benar, pola asuh, penggunaan sanitasi yang baik dan semua penerapan gaya hidup sehat yang merupakan eksplorasi dari Gerakan Masyarakat Sehat .

Namun usaha usaha tersebut dinilai tidak maksimal. Sebab, kerja berbasis kemasyarakatan membutuhkan kerjasama lintas sektor.

Untuk itu, Fatayat NU telah membentuk Barisan Nasional (Barnas) Fatayat NU Cegah Stunting, pada tahun 2017. Kini, Kader Barnas telah tersebar di 34 provinsi.

Tugasnya adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selanjutnya, Fatayat NU melanjutkan kerja advokasi cegah stunting yang dibarengkan dengan program Germas.

Tahun 2019, Fatayat NU mengadakan program Germas untuk pencegahan stunting di tiga provinsi, yaitu Jawa Tengah ,Lampung, dan Sulawesi Selatan. (nov/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here