BERBAGI
Lurah Kelapa Tujuh Hi. Suahmad, didampingi Ketua RT 2 LK I, Suyatno.

Medsoslampung.co РKakak beradik, Wagimin alias Emen dan Suyatno alias Yatno, mendadak viral akibat mengaku mengonsumsi bangkai kucing.

Ternyata, warga LK I Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara (Lampura), tersebut mantan pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kurungan Nyawa di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Demikian diungkapkan Lurah Kelapa Tujuh Hi. Suahmad, didampingi Ketua RT 2 LK I, Suyatno, kepada media. Keduanya menyampaikan hal itu guna meluruskan peristiwa tak lazim yang dilakukan oleh warganya.

“Mereka itu (Emen dan Yatno) pada tahun 2018 lalu, pernah dijemput oleh Dinas Sosial bersama pihak puskesmas untuk dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa. Saya ikut mengantar mereka naik mobil dari Dinas Sosial,” ungkap Suahmad, Sabtu (21/9) malam.

Dokumentasi saat Dinas Sosial menjemput Emen dan Yatno.

Pengiriman dua kakak beradik tersebut, sambung Suahmad, bukan lantaran mereka miskin. Namun karena ada gangguan kejiwaan. Sehingga ia sebagai Lurah berkewajiban untuk mengobati Emen dan Yatno ke Rumah Sakit khusus yang menangani pasien gangguan kejiwaan.

“Emen dan Yatno dirawat cuma tiga bulan saja, setelah itu dikembalikan. Memang kalau diajak ngobrol, kakak beradik itu seperti orang normal. Tapi kalau lagi kumat, rumahnya saja waktu bulan puasa kemarin dibakar sama mereka,” cerita Suahmad.

Cerita lainnya, ketika warga memberikan beras malah dibuang ke dalam sumur.

“Kalau dikasih beras sama saya atau tetangga terus dibuang, dimasukin sumur, bersama perabotan dapur. Lho wong sepeda aja pernah dimasukin sumur juga mas,” sambung Suahmad.

Perilaku tak lazim Emen dan Yatno hingga memakan bangkai kucing, juga diakui oleh Suyatno selaku Ketua RT 2 LK I.

“Mereka itu bukan memotong kuncing hidup, tapi kucing mati akibat ditabrak mobil.¬† Kalau makan bangkai kucing, baru kali ini. Tapi sebelumnya kakak beradik itu juga makan bangkai ayam yang ditemuinya di sekitar rumah,” urai Suyatno.

Menurut Suyatno, kakak adik itu bukan masuk warga RT yang dipimpinnya.

“Emen dan Yatno di RT 1, kebetulan rumah saya berdekatan sama rumah mereka. Saya bersama warga sekitar selalu memberi makanan sama kakak beradik itu. Hampir tiap hari saya selalu ngecek mereka. Jadi, saya tau persis,” ujarnya. (brl/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here