BERBAGI

Medsoslampung.co – Politisi PKS, Akhmadi Sumaryanto, menyatakan siap tampil di Lamban Sastra Isbedy Stiawan, Sabtu (3/8) malam.

Pada panggung Politisi Baca Puisi: Membaca Kembali Indonesia, ia sudah menyiapkan puisi sendiri.

“Temanya toleransi antarumat beragama,” jelas Isbedy Stiawan ZS mewakili Direktur Lamban Sastra, Agusri Junadi, Senin (29/7) pagi.

Isbedy meneruskan, puisi Akhmadi Sumaryanto yang biasa ia sapa ustad itu, menggambarkan fenomena kerukunan antarumar beragama di Indonesia. Sebuah puisi atas membaca kembali Indonesia.

“Tampaknya para politisi sebetulnya begitu dekat dan akrab dengan puisi,” kata sastrawan yang baru saja merebut dua kejuaraan cipta cerpen dan puisi tingkat Nasional di Jakarta.

Isbedy mencontohkan, polotisi Ade Utami Ibnu, Gindha Ansori, dan Muchlas E Bastari langsung mencipta puisi. Sedangkan Suprapto memilih puisi Chairil Anwar berjudul “Diponegoro”, lalu Siti Rahma memilih “Ingin Kusuarakan” karya Isbedy Stiawnman ZS.

“Saya yakin yang lain juga tak mau kalah dengan persiapan dan kejutan. Ini panggung sastra politisi Lampung,” ujar Isbedy lagi.

Agusri Junaidi, dihubungi terpisah, membenarkan persiapan para politisi memang beragam. Ia memaklumi karena panggung ini bagi mereka adalaj hal baru.

“Kalau urusan orasi atau debat dalam rapat sudah biasa. Tetapi, ini panggung baca puisi, terbilang baru dan asing. Cuma saja saya yakin, mereka akan memberi performa yang asyik dan bermakna,” ujar Direktur Lamban Sastra Isbedy itu.

Hal sama dikatakan Syaiful Irba Tanpaka. Sekretaris Lamban Sastra itu sangat mengapresiasi para politisi yang antusias meramaikan kegiatan Membaca Kembali Indonesia ini.

“Inilah bentuk silaturahim dan kebersamaan, sama-sama untuk Membaca Kembali Indonesia,” tekan sastrawan Lampung ini. (brl/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here