BERBAGI

Medsoslampung.co – Petugas gabungan menghadang  truk pengangkut kayu Sonokeling diduga hasil pembalakan liar (illegal logging) di hutan lindung wilayah Register 19, Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rahman Kabupaten Pesawaran.

Sayang, supir dan kenek truk colt diesel 120 PS BE 9525 R itu, berhasil kabur. Aksi pada Senin (2/9) pukul 04.45 WIB itu hanya mengamankan truk dan 30 balok kayu Sonokeling.

Dandim 0421/LS Letkol. Kav. Robinson Octovianus Bessie, melalui Danramil 421-02/Gedong Tataan Kapten Inf. Sugeng Pamuji menceritakan, penghadang disetting sejak pukul 02.50. Itu setelah pihaknya mengoordinasikan terjadinya pembalakan liar dengan Kanit Polisi Kehutanan (Polhut) Provinsi Lampung Fahri.

Dua prajurit TNI AD yang juga anggota Babinsa Koramil 421-02/Gedong Tataan Serma Usman dan Sertu Jono Eko. S, bergabung Fahri, Kanit Polhut Tahura Wan Abdurrahman. Fahri membawa empat anggota, yakni Yurdis, Yayang, Januari, dan Sudirjo.Turut serta juga Mitra Babinsa, yakni Ketua Forum Bela Negara Bambang Firmansyah.

“Tim gabungan ini sepakat melakukan penghadangan dan penangkapan di simpang Umbul Binong, Desa Pampangan. Pada saat dilakukan penangkapan supir dan kernet melarikan diri,” jelas Kapten Inf. Sugeng.

Selanjutnya, tim gabungan mengamankan truk pengangkut kayu Sonokeling tersebut untuk dilakukan pendataan,” kata Sugeng. (snd/ram/hel)

 

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here