BERBAGI

Medsoslampung.co – Suap-menyuap menjadi modus terbesar korupsi di Indonesia. Pelakunya paling banyak dari kalangan legislatif, mulai dari anggota DPR RI hingga DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Demikian paparan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam laporan kerja periode 2014-2019 pada rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI.

“Kalau kita melihat modus perkara yang terjadi suap-menyuap masih menjadi modus terbesar disusul modus pengadaan barang dan jasa di urutan kedua,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dalam pemaparannya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, dilansir detik.com, Senin (1/7).

Lalu, untuk pelaku korupsi terbanyak, Saut mengatakan masih dari kalangan anggota legislatif. Terutama di kalangan DPR dan DPRD.

“Sedang mengenai komposisi sampai dari tahun 2015 sampai 2019 mengenai komposisi pelaku sampai dengan Juni 2019 komposisi pelaku tikipor ditangani KPK sebagaimana di gambar dimana anggota DPR dan DPRD masih jadi pelaku tipikor terbanyak,” ucapnya.

Kemudian, sebaran wilayah peristiwa korupsi terbanyak terjadi di Pulau Jawa. Sama seperti di periode sebelumnya, Pulau Jawa masih menjadi tempat terbesar praktik korupsi.

“Kemudian dari sisi wilayah sebaran wilayah sebagai locusnya sebagaimana diketahui menyebar dari 2015-2019 tunjukkan gambar pulau Jawa masing-masing menjadi locus terbesar praktik tipikor di antara Sulawesi, Bali, Malaysia Jawa, Maluku, Sumatera, Kalimantan dan kepulauan kecil,” tuturnya. (dtk/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here