BERBAGI

Medsoslampung.co – Ketua Perempuan Demokrat Kabupaten Pringsewu Sri Rahayu, menyatakan siap ‘mengentak’ panggung Politisi Baca Puisi di Lamban Sastra, 3 Agustus mendatang.

Ia mengatakan itu kepada Agusri Junaidi, direktur Lamban Sastra.

Ayu, sapaan perempuan Demokrat ini, sudah melatih diri untuk membacakan puisi “Aku” karya Chairil Anwar.

Dipilihnya puisi dari penyair yang terkenal sebagai “binatang jalang” itu karena aura elan vital (vitalitas) sangat kuat.

Katanya, Chairil bisa berteriak aku ini binatang jalang, dan aku mau hidup seribu tahun lagi.

“Karena tulisan juga mempengaruhi ekspresi begitu pula sebaliknya,” kata dia melalui whatsapp.

Sebelumnya, Direktur Lamban Sastra Agusri Junaidi menegaskan, politisi baca puisi terbuka untuk umum.

Agusri mengatakan itu karena banyak yang bertanya, apakah bisa hadir tanpa undangan dan bisa mengajak teman.

“Karena gelaran ini bersifat umum dalam rangka merayakan HUT Kemerdekan RI, tak ada undangan khusus. Jadi siapa pun bisa hadir, bersama-sama Membaca Kembali Indonesia.

Pertanyaan audiens bukan saja dialamatkan pada Agusri, tapi ada yang bertanya kepada Syaiful Irba Tanpaka, Ikhsan Aura, Iberahim Bastari, dan Isbedy Stiawan ZS.

“Jadi saya tegaskan lagi, acara Politisi Baca Puisi terbuka untuk umum dan gratis,” kata Agusri lagi.

Begitu juga kalau ada politisi yang mau tampil baca puisi, akan diberi tempat dan waktu. “Ini kan dari kita untuk kita. Kita saksikan politisi baca puisi,” imbuh dia.

Sementara pengampu Lamban Sastra, Isbedy Stiawan ZS, menjelaskan bahwa dirinya telah menyiapkan sejumlah puisi dari penyair Indonesia. Seperti Rendra, Goenawan Mohammad, Taufiq Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, Hartojo Andangdjaja, dan lain-lain.

“Puisi-puisi tentang Indonesia kami siapkan, sila politisi yang mau bacanya kalau tak membawa karya sendiri,” ujar Isbedy. (brl/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here