BERBAGI

Medsoslampung.co – Kabinet Indonesia Kerja (KIK) 2014-2019 segera berakhir. Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengumumkan KIK Jilid II 2019-2024, bersama Ma’ruf Amin.

Sudah pasti, jajaran menteri dan setingkat menteri, harap-harap cemas. Sebab, Jokowi memberi sinyal memasukkan sosok anak muda dalam kabinet baru.

Presiden mengaku sudah meminta partai politik koalisi mengajukan sejumlah nama anak muda sebagai calon menteri.

“Saya minta dari partai juga ada yang muda, ada dari profesional juga. Kalau nggak ada dari partai, kita cari sendiri dari profesional. Kan banyak banget profesional-profesional muda,” katanya saat ditemui wartawan di Gedung Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (12/7).

Detik.com melansir, pada KIK Jilid I, Jokowi memiliki empat menteri koordinator, 34 menteri, empat pejabat setingkat menteri, tiga kepala lembaga non-kementerian, dan seorang kepala staf kepresidenan.

Kali ini, Jokowi memastikan komposisi kabinet berimbang antara keterwakilan parpol dengan profesional. Dan Jokowi sudah mengantongi nama menteri baru.

“Sudah, sudah (kantongi nama). Ya… kira-kira 60:40 atau 50:50. Kira-kira itu,” katanya.

Meski demikian, Jokowi juga mengatakan mempertahankan sejumlah nama lama untuk terus menjadi menterinya. “Banyak,” singkatnya.

Pada periode 2014-2019, Jokowi empat kali merombak kabinet. Secara berturut-turut, reshuffle dilakukan pada 12 Agustus 2015, 27 Juli 2016, 17 Januari 2018, dan 15 Agustus 2018.

Ini belum termasuk pelantikan Ignasius Jonan jadi Menteri ESDM (14 Oktober 2016) dan pelantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Mensos menggantikan Idrus Marham (24 Agustus 2018). (dtk/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here