BERBAGI
Isbedy Stiawan ZS

Medsoslampung.co – Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS. mengadakan tasyakur di tempat baru, Jalan Turi Raya Labuhan Dalam, Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Sabtu (3/8) mendatang.

Acara terbuka untuk umum ini sekaligus merayakan Kemerdekaan Indonesia ke 74. Dengan tema Membaca Kembali Indonesia, Lamban Sastra mengundang sekira 32 politisi Lampung untuk membaca puisi.

Menurut Agusri Junaidi didampingi Sekretaris Panitia, Politisi Baca Puisi ini mengawali progran Lamban Sastra di tempat baru setelah hampir dua tahun istirahat.

“Acara ini kami namakan Politisi Baca Puisi, dengan tema Membaca Kembali Indonesia,” jelas Agusri di Lamban Sastra, Selasa (16/7).

Kata Agusri, pihaknya sudah menyebarkan undangan ke politisi. Diharapkan hingga 26 Juli ada konfirmasi kesediaan atau tidak.

“Dari konfirmasi itu, kami akan membuat banner dimana ada foto para politisi,” katanya lagi.

Ia berharap politisi Lampung dapat meramaikan panggung Membaca Kembali Indonesia. Pangggung ini juga sebagai silaturahim politisi dengan konstituen, seniman, dan pemerhati sastra.

Panggung Puisi Politisi Lampung, masih kata Agusri, untuk saatnya bersama-sama “Membaca Kembali Indonesia” melalui karya-karya puisi.

Syaiful Irba Tanpaka

Sementara itu, Syaiful Irba Tanpaka menjekaskan bahwa kita memaklumi bahwa karya sastra sangat dekat dengan masyarakat, dan negara pun memiliki kepedulian pada sastra.

“Dari panggung Lamban Sastra Isbedy, kita pertemukan antara politisi dan masyarakat, puisi pada politisi dan pemerhati.”

Pengampu Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS. menambahkan, kedekatan negara dengan karya sastra dapat dibuktikan dengan teks Sumpah Pemuda yang dikonsep oleh Muhammad Yamin.

Isbedy mengutip pernyataan Sutardji Calzoum Bachri bahwa teks Sumpah Pemuda adalah puisi dengan “P” (kapital).

“Teks Sumpah Pemuda itu futuristik dan universal. Saat itu, Indonesia masih in absentia,” tegas Isbedy. (brl/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here