BERBAGI

Medsoslampung.co – Focus Group Discussion (FGD) Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN) dan Holding PTPN Group menghasilkan Resolusi Wonosari.

Resolusi tersebut berisi tiga poin. Yakni, SPBUN PTPN Gula bertekad melahirkan satu entitas baru dan meminta PTPN III (Persero) sebagai Holding untuk mempercepat penyatuan menjadi satu korporasi.

Kedua, bila resolusi ini diterima, forum berharap agar SPBUN/FSPBUN dapat dilibatkan dalam penyusunan program transformasi dan restrukturisasi yang dilakukan.

Dan ketiga, dalam implementasinya tetap memandang keseimbangan, keadilan dan kebersamaan serta harapan keberlanjutan, terutama bagi keberlanjutan kesejahteraan karyawan.

Dalam FGD yang berlangsung di Kebun Agrowisata Wonosari, PTPN XII, Lawang, Malang, Jawa Timur, tersebut, Ketua Umum FSPBUN Tuhu Bangun mengatakan, pihaknya merasa perlu membentuk Tim Pengawalan Regrouping Pabrik Gula BUMN sebagai sebuah metode untuk mengawal dan menyesuaikan sistem dan regulasi yang ada.

Ia menegaskan, tim dibentuk untuk menghasilkan perubahan yang terukur, tidak menimbulkan multi efek, dan mengarah kepada kebaikan tanpa masalah baru.

“Perusahan BUMN Perkebunan yang sebagian besar berasal dari nasionalisasi perusahaan Belanda, harus diakui belum banyak perubahan besar yang terjadi, terutama soal budaya kerja. Mari kita berubah dan kita kawal perubahan ini. Teman-teman di gula sudah lama menunggu adanya perubahan dan sudah mulai jenuh dengan kondisi yang ada,” ajaknya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Holding PTPN Group Seger Budiarjo menyatakan, perkembangan teknologi dan budaya saat ini sudah berbeda, sehingga harus diikuti dengan perubahan.

Ia membeber, PTPN dilihat sejarahnya telah beberapa kali mengalami transformasi.

Diskusi yang dimoderatori Tio Handoko, Ketua Umum SPBUN PTPN III (Persero) yang juga Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi FSPBUN itu, membedah pentingnya perubahan tata kelola secara umum.

Dalam konteks tata kelola ini, antar pabrik gulanya dalam holding sangat dibutuhkan sinergi untuk saling mengisi.

Sinergi antar PTPN untuk ketersediaan bahan baku harus dirumuskan. Jangan sampai ada PG yang kekurangan bahan baku, sementara yang lain overload.

Selain itu, upaya pembinaan dan pendekatan kepada petani juga terus dilakukan dengan koordinasi yang baik antar PTPN yang berdekatan, sehingga tidak terjadi persaingan yang tidak sehat.

Bahkan, jika dipandang perlu, beberapa PTPN yang memiliki lahan HGU dengan komoditas tertentu yang kurang memiliki prospek ke depan, sebaiknya dikonversi ke tanaman tebu. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here