BERBAGI

Medsoslampung.co – Rencana Pemkot Metro merenovasi Pusat Pertokoan Shopping Centre, kembali mendapatkan warning dari DPRD setempat. Dewan mengingatkan, sebelum ada aktivitas kegiatan fisik, jangan dilakukan penutupan terlebih dahulu.

Harapan itu, disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Tondi MG Nasution. Pihaknya mengingatkan, jangan ada penutupan lokasi Shopping Centre, sebelum ada pekerjaan fisik.

“Paling tidak, sebulan sebelum pekerjaan fisik, baru dilakukan penutupan lokasi. Saat ini, tahapan perencanaan saja belum, sudah ada gembar-gembor soal pengosongan Shopping Centre,” kata Tondi Nasution, Rabu (3/7).

Ia melanjutkan, pelaksanaan sebuah kebijakan, tentu saja menuai respons pro dan kontra, terutama para pihak yang akan terdampak oleh kebijakan tersebut.

Karenanya, harus ada perencanaan yang matang, seperti penyediaan tempat penampungan sementara (TPS), bagi para pedagang yang terdampak oleh pembangunan pasar. “Ini yang selalu kita tekankan, sehingga tidak memunculkan persoalan,” lanjut dia.

Selain itu, lanjut politisi Partai Golkar tersebut, pelaksanaan pembangunan tidak menabrak aturan perundang-undangan. Sebagai contoh, renovasi ruko di Jalan Jenderal Sudirman, jangan sampai memunculkan persoalan hukum.

“Mau dibuat ruko yang besar sepanjang tidak menyalahi aturan, silakan saja. Tetapi, kalau melanggar aturan, meskipun itu warung kecil, tetap tidak boleh,” tandasnya.

Sebelumnya, kalangan DPRD Kota Metro mendesak agar renovasi Pusat Pertokoan Shopping Centre yang direncanakan tahun ini, tidak dipihakketigakan. Ini, demi kelangsungan perekonomian rakyat.

Desakan itu, disampaikan oleh anggota Komisi II DPRD Kota Metro, Alizar, mensikapi terbitnya surat pemberitahuan dari Dinas Perdagangan setempat, nomor 030/64/D.18.03/2019, tertanggal 25 April 2019, yang ditujukan kepada eks pedagang/penyewa toko dan pedagang kaki lima di seputar Shopping Centre, terkait rencana peremajaan pusat perbelanjaan itu.

“Saya minta, pelaksanaan peremajaan Shopping Centre tidak dipihakketigakan. Membangunan gedung pertemuan senilai Rp 42 miliar saja, Pemkot Metro mampu. Ini menyangkut kelangsungan perekonomian rakyat,” kata Alizar, Selasa (7/5).

Diketahui, dalam surat pemberitahuan rencana renovasi Pertokoan Shopping Centre yang ditandatangani Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro LM Hutabarat disebutkan,  rencana renovasi dengan alasan di antaranya umur bangunan sudah mencapai 38 tahun, dan kondisi bangunan sudah retak-retak serta atap bocor. (wie/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here