BERBAGI

Medsoslampung.co – Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) M. Yusuf Z. Barusman menjelaskan bahwa Kartu Petani Beejaya hanya icon. Di dalamnya terdapat teknologi informasi. Teknologi tersebut sebagai cerminan apa yang terjadi di dunia nyata.

“Misalnya petani membutuhkan akses pupuk, di mana, kapan, dan siapa yang membutuhkannya. Dengan teknologi ini tentunya akan lebih cermat dan valid, sehingga penyedia pupuk juga lebih tepat penyalurannya sesuai kebutuhan petani,” jelas Yusuf.

Meskipun demikian, Yusuf menjelaskan teknologi tersebut harus sesuai dengan sistem lapangannya. Karena itu, perlu penguatan sistemnya.

“Launching ini akan kita lakukan bertahap mulai dari pilot project di desa dan kecamatan tertentu saja. Tentunya sesuai dengan kesiapan sistem lapangan, dan sesuai kesiapan petaninya,” ujar Yusuf.

Adapun akses yang didapati pada soft launching nanti adalah pupuk subsidi, benih, asuransi petani, dan beasiswa.

Sejauh ini Pemprov dan pihak terkait sudah melakukan rapat beberapa kali guna mematangkan realisasi Kartu Petani Berjaya. Rencananya pertengahan Agustus 2019 dilakukan soft launching.

Diharapkan dengan adanya kemudahan yang diperoleh dari kartu ini perekonomian petani dapat menjadi lebih baik lagi. (hms/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here