BERBAGI

Medsoslampung.co – Konflik di kawasan Register 45 Sungai Buaya, Kabupaten Mesuji, terus terjadi. Media ini mencatat lima peristiwa akibat memperebutkan lahan. Mulai dari 12 Oktober 2012 sampai yang terakhir pada Rabu, 17 Juli 2019.

Dampak yang ditimbulkan dari konflik itu, mulai dari pembakaran rumah, blokade Jalan Lintas Sumatera hingga jatuhnya korban jiwa meninggal dunia dan luka-luka.

Prihatin dengan kondisi tersebut, DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Mesuji membuat pernyataan sikap mendesak Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) untuk mengembalikan fungsi Register 44 seperti semula.

Pemerintah punya tanggungjawab agar tidak terjadi lagi perambahan di kawasan hutan itu. Hilangkan anggapan bahwa tanah tersebut tak bertuan.

Pernyataan sikap Pospera mewakili berbagai ikatan organisasi. Mulai Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Forum muda mudi mesuji (FM3), Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) dan Pekat – IB Kabupaten Mesuji Lampung.

Ketua DPC Pospera Mesuji Eko Haryanto menyatakan, sudah begitu banyak bangunan-bangunan permanen berdiri kokoh di Register 45. Hal ini akan semakin besar menyebabkan terjadinya Konflik horizontal.

“Kementrian Kehutanan Republik Indonesia untuk segera mengambil tindakkan tegas, mengembalikan Fungsi Register 45 seperti semula,” kata Eko, Kamis (18/7).

Ikatan organisasi Kabupaten Mesuji menegaskan kepada Kementrian Kehutanan agar tidak melakukan pembiaran terhadap Perambah di Register 45.

“Kementrian Kehutanan minimal seharusnya melakukan sosialisasi dengan memasang papan pengumuman bahwa tidak boleh mendirikan bangunan permanen di Register 45,” tegasnya.

Selain itu, KLH agar tidak melakukan tindakan yang hanya formalitas belaka.

“Harus ada tindakan nyata dengan mengembalikan para perambah ke alamat asal mereka, sehingga ini tidak menjadi konflik yang berkepanjangan,” ucapnya.

“Dalam hal kejadian ini, kami masyarakat yang berstatus tinggal di Kabupaten Mesuji merasa tercoreng, dengan kesan kejam dan jelek di mata publik Indonesia,” pungkasnya. (fan/niz)

Catatan Kelam Konflik Register 45;

27 Oktober 2012: Bentrok di Mesuji melibatkan warga pribumi dan pendatang. Akibat bentrokan tersebut, 14 warga tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Sejumlah rumah juga hangus terbakar.

19 Januari 2013: Seorang warga Mesuji Mat Tutul (45 tahun) tewas akibat konflik sengketa lahan. Akibatnya, sejumlah warga mengamuk dan membakar gubuk-gubuk pendatang di Mesuji.

12 Juni 2013: Rumah warga salah satu perambah Register 45 dibakar kelompok warga berjumlah sekitar 100 orang dari permukiman Karya Jaya I di kawasan Register 45.

3 September 2013: Enam orang ditangkap polisi akibat memblokade jalan dan membuat rusuh di Lintas Timur Sumatera di Kabupaten Mesuji.

Terakhir, Rabu 17 Juli 2019. Empat warga meninggal dan sembilan lainnya terluka.

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here