BERBAGI

Medsoslampung.co – Badan Pusat Statistik (BPS) hanya menyuguhkan satu inovasi pada tahap wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Pubik 2019. Terobosan milik BPS diberi nama Radar Padi.

Radar Padi bertujuan memperbaiki metode pengumpulan data luas panen melalui teknik pengumpulan data dan estimasi yang objektif dan modern dengan menerapkan metode Kerangka Sampel Area (KSA).

KSA memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti peta spasial lahan baku sawah, aplikasi berbasis Android, GPS, dan sistem berbasis web (ksa.bps.go.id).

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, Dengan pemanfatan radar padi, maka data yang dihasilkan menjadi lebih akurat dan tepat waktu.

Secara rinci, tersedianya data produksi padi/beras yang lebih cepat dan akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan terkait komoditas ini, khususnya kebijakan impor dan serapan produksi padi/beras yang dihasilkan petani.

Sejak dirilis pada Oktober 2018, data produksi padi/beras yang diperoleh dengan metode KSA menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam mengambil kebijakan di bidang pangan.

“Dengan demikian, pengambilan kebijakan menjadi lebih tepat sasaran,” pungkas Suhariyanto. (drw/jpn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here