BERBAGI

Medsoslampung.co – PTPN VII melalui Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) membagikan lebih dari lima ribu paket daging kurban, Sabtu (1/8/2020). Daging kurban tersebut dari penyembelihan 30 ekor sapi dan 60 ekor kambing yang disebar di beberapa Unit kerja perusahaan.

Untuk Kantor Direksi, penyembelihan hewan kurban dilakukan di salah satu Rumah Potong Hewan di Bandar Lampung. Dalam distribusi hewan kurban dipusatkan dari Masjid Baitunnabat, Kompleks Rumah Dinas PTPN VII, Bandar Lampung. Sebanyak tujuh ekor sapi dan dua ekor kambing disembelih dan dagingnya didistribusikan untuk warga sekitar.

“Kami sengaja menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban bada hari kedua Idul Adha. Sebab, hari pertama jatuh pada Jumat, waktunya pendek karena harus persiapan salat Jumat. Hari tasyrik Idul Kurban itu empat hari, dari tanggal 10 sampai 13 Zulhijjah. Jadi kami pilih hari kedua,” kata Sasmika Dwi Suryanto, Ketua PHBI PTPN VII Kantor Direksi.

Sebagaimana yang dilakukan di Kantor Direksi, penyelenggaraan pemotongan, pengelolaan, dan pendistribusian daging kurban dilakukan dengan protokol kesehatan. Menurut Plt. Sekretaris Perusahaan Arif Syaifudin Zuhri, pihak manajemen dan PHBI sudah memberikan arahan kepada seluruh Unit Kerja untuk pelaksanaan salat id dan kurban mengikuti protokol kesehatan.

Pada prosesi pemotongan hewan kurban, PHBI membentuk panitia sangat terbatas dan menolak intervensi dari pihak luar dalam proses penyembelihan dan mengelolaan. Sebelum melaksanakan tugas, semua panitia wajib dicek suhu tubuh, cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan sedapat mungkin menjaga jarak.

Untuk menghindari kerumunan orang, pihaknya juga melaksanakan pemotongan hewan kurban melalui Rumah Pemotongan Hewan, menghimbau agar warga tidak datang kecuali pengkurban. Selain itu, pendistribusian daging kurban jug diantar ke rumah-rumah penerima dengan sistem kluster.

“Untuk tahun ini, kami tidak membagikan kupon kepada masyarakat. Warga diimbau tetap berada di rumah dan panitia yang akan mengantar ke rumah-rumah penerima. Namun, karena tidak semua panitia paham betul kondisi setempat, kami minta bantuan kepada para tokoh untuk mendistribusikan per kluster atau kelompok,” kata Arif.

Meskipun demikian, pihak manajemen tidak mengharuskan model distribusi dilakukan tanpa kupon. Kepada unit kerja yang dirasa memungkinkan untuk menjaga jarak, tidak menimbulkan kerumuman, dan bisa tertib, dipersilakan untuk memodifikasi cara pembagian.

“Kalau yang lokasinya lapang dan memungkinkan pembagian tetap memenuhi protokol kesehatan, ya tidak masalah,” tambah Arif.

Tentang tradisi kurban di PTPN VII dari tahun ke tahun, Arif menyebut sangat menggembirakan. Meskipun kondisi perusahaan sedang masa pemulihan, manajemen tetap mengalokasikan untuk dana kurban. Selain itu, kesadaran karyawan untuk berkurban yang diserahkan kepada PHBI PTPN VII juga sangat baik.

“Kurban ini kan ibadah vertikal sekaligus horisontal. Ini adalah sinyal keimanan dan ketakwaan manusia kepada Alloh SWT sekaligus wujud kepedulian kepada orang-orang di sekitar kita. Dan ini sangat sesuai dengan misi PTPN VII di mana usaha dan aset perusahaan berada di tengah-tengah masyarakat sekitar,” kata dia.

Arif berharap, kepedulian ini berimbas positif kepada hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Sebab, kata dia, peran serta masyarakat ikut menjaga aset dan usaha PTPN VII adalah kunci dari keberhasilan PTPN VII.

“Semoga dengan berkurban akan senantiasa meningkatkan semangat kerukunan, mempererat tali persaudaraan, toleransi sesama karyawan, dan masyarakat sekitar. Dengan ibadah kurban ini, diharapkan keberadaan PTPN VII dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya. (brl/iwr)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here