BERBAGI
Wagub Nunik kunjungan kerja ke Pemkot Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/6).

Medsoslampung.co – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim menginginkan Lampung menjadi provisi terbaik dalam tata kelola sampah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, wagub wanita pertama di Lampung yang akrab disapa Nunik itu punyak trik jitu. Apa itu?

Nunik akan menerapkan Program 3R (reduce, reuse, dan recycle).

“Dengan menerapkan Program 3R dengan baik, maka Provinsi Lampung akan mampu menjadi Provinsi dengan tata kelola sampah yang baik, sama seperti halnya Kota Surabaya,” ujar Nunik, beberapa saat usai melakukan kunjungan kerja mempelajari tata kelola sampah di Pemkot Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (28/6).

Wagub Nunik akan menerapkan program 3R (reduce, reuse, dan recycle).

Oleh sebab itu, lanjut Nunik, diperlukan komitmen bersama dalam pengelolaan sampah, sehingga Lampung mampu menjadi Provinsi dengan tata kelola sampah terbaik.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan menjelaskan bahwa saat ini Kota Surabaya menjadi kota dengan penanganan sampah terbaik.

“Kota Surabaya memiliki luas wilayah mencapai 374 Km2 dengan jumlah penduduk mencapai 3.307.300 jiwa. Dulunya kota Surabaya memiliki pengalaman buruk dalam tata kelola sampah. Namun dengan melakukan pembelajaran dan kerjasama dengan berbagai pihak, Pemkot Surabaya berhasil menjadi Kota dengan penanganan sampah terbaik,” jelas Hendro.

Hendro menuturkan penanganan sampah di masa sebelumnya, dilakukan sekitar 75% oleh pihak ketiga. Kini penanganan sampah tersebut sudah dilakukan swakelola oleh Dinas terkait sehingga garis perintah tegas dapat langsung diperintahkan ke dinas.

Selain itu, Pemkot Surabaya melakukan kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dalam membangun Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan dengan menerapkan program 3R.

“PDU ini mampu mengelola 5-6 Ton sampah per hari dengan kapasitas maksimum 20 ton/hari,” jelas Hendro.

Pemkot Surabaya juga melakukan penyapuan sampah dan pengangkutan sampah dan menyediakan fasilitas pengurangan sampah dengan membuat rumah kompos.

Kemudian membuat TPST Super Depo Sutorejo, serta melakukan inovasi pengelolaan sampah di pasar, PLTSA, SWAT, serta memberdayakan masyarakat dengan mengadakan lomba kebersihan dan menyediakan bank sampah. (rls/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here