BERBAGI
Ekspresi Ade Utami Ibnnu saat membacakan puisi.

Medsoslampung.co – Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ade Utami Ibnnu, sudah menyiapkan satu puisi untuk tampil di panggung Lamban Sastra Isbedy Stiawan, Sabtu (3/8) mendatang.

Hal itu terlihat dari postingan anggota DPRD Provinsi Lampung itu di laman face book (FB)nya, hari ini (21/7).

Dalam status puisi itu, Ade menyebut Isbedy Stiawan untuk membimbingnya dalam berpuisi.

Isbedy, pengampu Lamban Sastra yang dijuluki Paus Sastra Lampung mengapresiasi puisi Ade yang pernah “nyantri” di Rumah Dunia sesama SMA.

“Puisi Ade itu sudah baik, pilihan bahasa dan imajinasinya sudah patut diapreasiasi,” kata Isbedy saat diminta mengomentari puisi Ade Utami di Lamban Sastra Jl Raden Sakeh/Turi Raya, Tanjung Senang, Bandar Lampung, Minggu (21/7).

Puisi itu memiliki interpretasi, dimana setiap pembaca bisa berbeda. Bagaimana Ade menggunakan diksi cicak dan nyamuk. Ia boleh jadi terinspirasi dari lagu anak-anak yang tesohor itu.

Lalu ia menafsir ulang dari hasil interpretasi terhadap lagu tersebut. Misal, merayap ia ubah menyadap.

“Ya di masa globalisasi dengan kecanggihan teknologi dan informasi, orang dengan mudah menangkap (menyadap) pembicaraan yang paling rahasia sekalipun,” tutur Isbedy.

“Itulah yang saya tangkap dari interpretasi terhadap puisi Ade Utami Ibnu,” kata penyair yang pada 6-8 September 2019 mengikuti La Tansa International Literary Festival di Banten.

Soal penampilan di panggung, Isbedy tak meragukan Ade Utami. Beberapa kali sempat sepanggung, dan Isbedy pernah menyaksikan pembacaan puisi politisi yang pada Pileg 2019 lalu dari Dapil Bandar Lampung.

Isbedy juga mengatakan bahwa pembacaan puisi politisi lainnya tak akan mengecewakan. Seperti, ia menyebut, Yozi Rizal, Mukhlas E Bastari, Akhmadi Sumaryanto, Eva Dewiana, Mingrum Gumay, Toni Eka Chandra, Rakhmat Husen, Saad Sobari, Rahmad Mirzani Djausal, maupiun Aab Abdullah Padri Auly, Gindha Ansori Wayka, Yuhadi Shi.

Panggung politisi Membaca Kembali Indonesia semakin seru karena, insyaAllah diawali baca puisi Bachtiar Basri sebagai pembina Lamban Sastra. Dan pembawa acara Fika Ananda yang tak asing lagi dalam ranah ngemci-ngemci. (brl/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here