BERBAGI

Medsoslampung.co – Komiruddin Imron menilai, kegiatan Lamban Sastra mengajak politisi baca puisi adalah positif.

Bukan saja para politikus itu tampil di panggung, melainkan semakin mendekatkan kita pada karya puisi atau seni.

“Ajang baca puisi yang akan digelar oleh Lamban Sastra Isbedy ini sangat positif,” katanya.

Puisi yang dibacakan khususnya oleh para politikus, lanjut dia, adalah ungkapan hati dan harapan yang diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah khususnya Provinsi Lampung untuk menata pembangunan baik jiwa dan raga di masa mendatang.

Dikatakannya, kegiatan seperti ini juga sebagai ajang silaturahmi antara para politisi dan birokrat, sehingga diharapkan dapat mencairkan ketegangan dan melupakan sejenak kejenuhan kerja.

Komiruddin Imron yang juga dikenal penulis buku dan puisi, mengaku, akan membacakan karya sendiri.

Sebuah puisi karya Komirudin yang akan dibaca, kata Agusri dari Lamban Sastra sudah diterima.

Puisi berjudul “Berharaplah” berbicara tentang hitam putih hidup manusia.

Sementara Watoni Nurdin, politisi PDI-P, memilih puisi “Tanah Air Mata” karya Sutardji Calzoum Bachri.

Menanggapi kegiatan ini, ia menilai, luar biasa.

“Ini ide brilian, karena politisi juga punya hati dan perasaan,” ujar Watoni. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here