BERBAGI

Medsoslampung.co – Penjabat Sekretaris Kabupaten (Pj. Sekkab) Pesisir Barat (Pesibar) N. Lingga Kusuma membuka Launching Bursa Inovasi Desa, di Aula Kecamatan Karya Penggawa, Selasa (2/7).

Dalam kesempatan tersebut Lingga menyampaikan sambutan Bupati Pesibar Agus Istiqlal. Bahwa inovasi atau kebaruan dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan merupakan hal mendasar dalam membangun program inovasi desa.

Inovasi dimaksud ini diharapkan dapat ditularkan secara luas. “Program Inovasi Desa (PID) juga memberikan dukungan teknis terhadap penyediaan jasa teknis secara profesional,” ucapnya.

Pihaknya meyakini, melalui inovasi dan pertukaran pengetahuan tersebut, akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap investasi desa. Dimana kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi melalui pembangunan yang didanai dari Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD).

“PID dapat menjawab kebutuhan desa terhadap layanan teknis yang berkualitas, dan dapat merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan, serta memunculkan solusi inovatif untuk menggunakan dana desa secara tepat dan efektif,” jelas Lingga.

Sejak tahun 2015 hingga saat ini, lanjut Lingga, DD telah disalurkan secara bertahap dan langsung kepada masing-masing pekon. Bisa dipastikan efeknya pun sudah banyak pembangunan yang dilakukan melalui DD.

“Saya mengapresiasi pekon-pekon yang sudah melakukan pembangunan dan pemberdayaan masyarakatnya dengan menggunakan DD secara maksimal,” terangnya.

Masih kata Lingga, PID yang merupakan
program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bisa menjadi penyegaran baru bagi pemerintah pekon khususnya. Karenanya, dia meminta agar tidak menganggap PID sebagai masalah apalagi sebagai beban pemerintah pekon.

“Justru sebaliknya pemerintah pekon melalui acara bursa ini diberikan wawasan dan pengetahuan bahwa terdapat ide-ide dari berbagai penjuru nusantara telah dipraktekan oleh desa-desa dan berhasil menerapkan ide inovatif serta manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakatnya,” lanjut Lingga.

“Kita semua harus menyadari bahwa sesungguhnya pembangunan yang kita laksanakan haruslah selalu mengacu dengan aturan dan tidak diperkenankan untuk melanggar aturan perundangan yang ada, karena itulah jalur atau rel yang harus kita tempuh sehingga dalam melaksanakan pembangunan pekon kita bisa dengan nyaman dan aman dalam proses membangun, karena menjadi peratin, LHP dan pengurus lembaga pemberdayaan masyarakat adalah amanah,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Tim Inovasi Pesibar, tenaga ahli pendamping program P3MD Provinsi Lampung, para kepala OPD, camat Karyapenggawa, para peratin dan ketua LHP se-Pesibar, dan tokoh masyarakat. (ers/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here