BERBAGI
Tim TKHI mengarahkan jamaah untuk melakukan perenggangan otot.

Medsoslampung.co – Seluruh petugas pada Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dari seluruh Kloter dan termasuk pada kloter JKG 31 dan Kloter JKG 50 Lampung terus mematangkan berbagai persiapan bagi jamaah calon haji (calhaj) menjelang pelaksanaan puncak haji.

Persiapan yang dilakukan mulai dari Screening PTM ke semua jamaah, visitasi rutin ke semua kamar jamaah dan juga peregangan otot serta gerakan minum bersama.

Mobilisasi padat jamaah haji tersebut adalah persiapan menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Yakni saat wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melempar jumrah di Mina.

Armuzna  ditengarai menjadi titik rawan terganggunya kesehatan Jemaah Haji akibat kelelahan, dan puncaknya adalah wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah atau 10 Agustus 2019.

Menurut Ari Prastiono, petugas TKHI kloter JKG 31, sejumlah kegiatan tim medis kloter 31 menjelang Armuzna (Arafah, Muzdhalifah dan Mina) berupa “sweeping” ulang jamaah berisiko tinggi kesehatan karena kemungkinan jamaah kategori itu bisa bertambah, screening PTM dan peregangan otot secara bersama harus dilakukan.

“Untuk itu jamaah kloter JKG 31 perlu terus diingatkan sejak awal berangkat untuk menggunakan alat pelindung diri, berupa perlengkapan, seperti sandal, masker, dan botol semprotan air, yang diperlukan untuk mengupayakan pengendalian faktor risiko kesehatan,” Ucapnya.

Selain itu, Arismiati rekan satu timnya dari TKHI JKG 31 menyatakan perlunya penyuluhan kesehatan persiapan Armuzna, dengan materi anjuran minum secara rutin terutama minum air Zamzam yang sudah terbukti berkah dan menyehatkan.

Sedangkan Dokter Tuti Eko Wati TKHI dari Kloter 31 tersebut menyampaikan hal lainnya kepada Jemaah yang saat itu sedang berkumpul untuk mempersiapkan obat-obatan terutama jamaah dengan pendamping obat, juga menjadi hal yang perlu diperhatikan seperti persiapan oralit untuk di Armuzna, dan jamah terus dimotivasi untuk tetap semangat dan berfikiran positif.

Pernyataan TKHI Kloter JKG 31 ini senada dengan yang disampaikan oleh TKHI Kloter JKG 50 dr Hendra yang pada waktu yang sama namun di Hotel yang berbeda di daerah Raudhah, dia menyampaikan perihal minum bersama, melakukan peregangan dan juga menyampaikan kepada Jemaah untuk membawa paket obat, kantong Peppis dan botol semprotan air yang di bagikan oleh petugas ketika di asrama hari tempo hari untuk dibawa ketika perjalanan Armuzna.

Dr. Hendra mengaku kloter JKG 50 asal Lampung Tengah ini membawa lebih banyak Jemaah yaitu 410 orang jemaah yang di dalamnya termasuk 5 petugas kloter dan 3 petugas TPHD tersebut telah melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, di mana sejumlah permainan “seru-seruran” diberikan kepada jemaah, dan senam peregangan menjadi rutinitas jamaah kloter 50 yang di bimbing langsung olehnya.

“Insya Allah hari kamis malam (8/8) sebagian Jemaah jalan lebih dahulu karena hendak melakukan Tarwiyah dan keesokan Harinya Jemaah yang lain juga sudah jalan melakukan proses Armuzna sehingga kami selaku tim kesehatan harus memastikan kalau semua jemaah sudah terkontrol dan masuk kategori siap melakukan pelaksanaan puncak haji tersebut,” paparnya. (roz/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here