BERBAGI
Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam kunjungan kerjanya ke PT GGP Humas Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (26/7). Menko didampingi Penjabat Sekprov Lampung Fahrizal Darminto mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung. Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Medsoslampung.co – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution memperoleh informasi detil kemitraan produk pisang mas Lampung, pada kunjungan kerjanya, Jumat (26/7). Hubungan kemitraan itu antara PT. Great Giant Pineapple (GGP) Humas Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, dengan petani Kabupaten Tanggamus.

Director of Corporate Affairs PT. GGP Welly Sugiono menjelaskan, kunjungan Menko Perekonomian ke Lampung adalah untuk mengetahui kiat petani Lampung agar dapat diterapkan di tempat lainnya.

“Pak Menko Darmin Nasution ingin menerapkan upaya petani Lampung, terutama petani pisang Mas, untuk dapat diterapkan didaerah lainnya. Dengan harapan dapat meningkatkan percepatan perekonomian,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, M. Nur Soleh selaku Petani binaan GGP asal Tanggamus mengungkapkan bahwa ia sudah bergabung dengan GGP secara kekeluargaan sejak tahun 2011.

Ia mengaku bergabung dengan GGP berdasarkan kepercayaan. “Dari awal kami bekerjasama dengan GGP atas dasar kepercayaan, mulai dari menanam, hingga penjualan. Dan Pisang Mas merupakan bentuk kerjasama kami ketiga, sebelumnya ada pepaya dan jambu,” jelas Nur.

Ia menjelaskan sejak bekerjasama dia selalu didampingi tim GGP Tanggamus dalam melakukan penanaman.

Sebelumnya, Nur merupakan petani kopi. Karena masa panen kopi yang lama, maka petani beralih ke Pisang.

“Dulu kami juga petani kopi, namun karena masa panen yang lama, maka kami beralih ke Pisang. Dan kami setiap minggunya bisa menghasilkan uang sekitar 1,7 juta rupiah,” jelas Nur.

Suroto, petani Tanggamus lainnya, mengungkapkan bahwa dalam melakukan penanaman pisang mas membutuhkan perawatan yang jeli.

“Kita harus melakukan perawatan dengan teratur hingga saat panen, bahkan dalam masa panennya juga harus dihitung dengan baik, yaitu 7 minggu dari awal berbunga,” jelasnya.

Dalam melakukan perawatan, menurut Suroto, diperlukan pemberian pupuk, terutama pupuk organik. Namun kebanyakan dipasaran saat ini, pupuk yang dijual sudah tidak original dan banyak campurannya.

“Kini pupuk organik sangat sulit didapatkan, bahkan banyak campurannya. Untuk itu, saya sangat mengharapakan peran pemerintah daerah dalam distribudsi pupuk,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Perekonomian didampingi Pj. Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mewakili Gubernur Arinal. Turut serta Bupati Mandailing Natal (Sumatera Utara) Dahlan Hasan Nasution.

Rombongan Menteri melakukan peninjauan ke tempat pengalengan nanas, dan tempat packing jambu (PT. GGP), dan tempat penggemukan sapi, serta ke pabrik sapi penghasil susu (PT.GGL). (brl/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here