BERBAGI

MEDSOSLAMPUNG.CO-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Metro tahun anggaran 2019 mengalami defisit anggaran sebesar Rp 83.589.435.528. Itu, terungkap dalam Rapat Paripurna Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 yang digelar DPRD Kota Metro, Jumat (9/8).

Di hadapan Pimpinan dan anggota DPRD Kota Metro, Walikota Achmad Pairin menyebutkan,  pada Perubahan APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2019 mengalami defisit  belanja sebesar Rp 83.589.435.528,  yang disebabkan karena proyeksi pendapatan Rp 897.376.221.816 lebih kecil dibandingkan dengan proyeksi belanja Rp 980.965.657.344.

Sedangkan,  belanja daerah mengalami kenaikan sebesar Rp 45.383.703.374 dari total belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2019 yang semula Rp 942.581.953.970, menjadi Rp 987.965.657.344. Lalu, belanja tidak langsung mengalami penurunan sebesar Rp 10.495.264.963 sehingga total belanja tidak langsung yang semula sebesar Rp 395.911.296.989 menjadi sebesar Rp 385.416.032.026. “Kemudian untuk kebijakan Perubahan APBD  2019 terjadi pada penurunan pos belanja pegawai sebesar 2,8 persen yang semula sebesar Rp  380.600.017.289, menjadi Rp 370.073.092.326. Adapun kenaikan pada pos belanja hibah sebesar Rp 31.660.000 dan belanja sosial sebesar Rp 1.514.300,”  papar Pairin.

Lanjutnya, untuk jumlah belanja langsung sebesar Rp  602.549.625.318 atau meningkat sebesar Rp  55.878.968.337 dibandingkan belanja langsung pada APBD  2019 yang sebesar Rp 546.670.656.981. “Peningkatan anggaran belanja langsung pada Perubahan APBD 2019 tersebut diarahkan untuk pergeseran anggaran OPD, percepatan perwujudan Visi Kota Metro,” lanjut dia.

Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda menyebutkan, usai penyampaian pidato pengantar nota keuangan Perubahan APBD tahun anggaran 2019, kalangan dewan selanjutkan akan membahas secara berkelanjutan hingga disahkannya Perda tentang Perubahan APBD tahun 2019. (wie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here