BERBAGI

Medsoslampung.co – Penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS memberi workshop penulisan puisi bagi santri kelas 6 (SMA kelas 3) di Pondok Pesantren La Tansa, Lebak, Banten, Sabtu (7/9).

Bangganya, para santri menjadi pendengar utama puisi karya Paus Sastra Lampung itu yang ia tulis dalam perjalanan kereta api Merak-Rangkas Bitung, untuk menuju LILFEST Lebak.

Dari penggalan puisi itu, Isbedy mengasah imajinasi para santri. Peka terhadap persoalan sekitar. Intinya, dalam kondisi apapun, dimana pun, karya sastra dapat terlahir. Mudah bukan! (isb/hel)

Berikut Puisi yang ditulis Isbedy dalam perjalanan kereta api Merak-Rangkas Bitung, untuk menuju LILFEST Lebak;

Multatuli, Ini Pena!

..

ke rangkasbitung kami tuju
max havelaar di dada, tak
matimati. ingin jumpa bupati
lebak

hayo! multatuli, ini pena!

jangan panggil decker
orangorang tahu havelaar
multatuli di lembarlembar
meski kemudian dibuang
ke pinggir kota

mati di kamar kontrakan

hayo! multatuli, ini pena!

saatnya cari tahu
bupati lebak itu

bukan sekarang

Merak-Rangkas, 6 09 19

* bersama Max Anwar Putra Bayu

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here