BERBAGI

LAMPUNG BARAT – Tim Saber Pungli Polres Lampung Barat (Lambar) serta gabungan anggota Sat Reskrim dan Sat Intelkam mengamankan IR (55), mantan anggota legislatif (aleg) Lambar periode 1999-2004. Ia diindikasikan melakukan pemerasan, Senin (26/3).

Operasi tim anti Pungli sekiyabpukul 16.30 Wib itu dipimpin langsung oleh Wakapolres Lambar Kompol Sunandar. Turut serta Kasat Reskrim AKP Faria Arista, Kanit Tipidter Ipda Juherdi, Kanit Sosbud Sat Intelkam Bripka Hadi Winarko.

Penangkapan berdasarkan Laporan Informasi Sat Intelkam dengan No : LI / 403 / III / 2018 / Intelkam tanggal 24 Maret 2018 tentang Indikasi pemerasan yang dilakukan oknum LSM terhadap sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lambar.

Pelaku diamankan saat keluar dari SMK Negeri 1 Waytenong setelah menerima empat buah Amplop yang bertuliskan SMK Negeri 1 Waytenong, SMK Negeri 1 Liwa, SMK 1 Negeri Kebuntebu yang masing-masing berisikan uang sebesar Rp2juta Rupiah dengan jumlah keseluruhan Rp8juta rupiah.

“Sebelumnya pelaku telah meminta sejumlah uang kepada korban dengan mengancam akan melakukan investigasi ke setiap SMK yang berada di Lambar. Pelaku juga meminta setiap SMK untuk memberikan uang sebesar Rp5 juta. Akan tetapi para korban baru menyiapkan uang sebesar Rp2 juta dari masing-masing SMK tersebut sehingga terkumpul Rp8 juta,” ungkap Kasat Reskrim AKP Faria Arista mendampingi Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto, Selasa (27/3).

Faria menjelaskan, modus pelaku dengan mendatangi Kepala SMK Miftahul Ulum, atas nama YAKUT. Kemudian menyuruh untuk mengoordinir seluruh Kepala SMK se kabupaten Lambar untuk memberikan uang kepada terduga. Jika tidak, tersangka akan menurunkan tim Investigasi dari Lembaga Aliansi Indonesia bagian Badan Penelitian Aset Negara dari pusat dan akan Melakukan Pemeriksaan terhadap dana Bantuan Operasial Sekolah Daerah (BOSDA) dan Bantuan Sosial (Bansos) di sejumlah SMK di Lambar.

“Pelaku yang diamankan IR (55), warga Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD Lambar periode 1999-2004, ” jelas Faria.

Barang Bukti (BB) yang diamankan uang sebesar Rp8juta yang terbagi dalam 4 amplop dengan rincian 1 amplop berisi uang sebesar Rp2Juta dengan pecahan seratus ribuan, Satu buah Id card Lembaga Aliansi Indonesia bertuliskan Nama Imronuddin sebagai ketua DPC Lambar, Satu buah tanda Jabatan Ketua DCP Lembaga Aliansi Indonesia, Satu buah Foto Copy surat imbauan dari KPK Perihal Himbauan Terkait Pengelolaan Keuangan desa / Dana Desa tanggal 31 Agustus 2016 ditandatangani ketua KPK Agus Raharjo.

Barang bukti lainnya berupa satu buah surat pancamoral Lembaga Aliansi Indonesia yang terdapat foto Presiden Jokowidodo sebagai pelindung Aliansi Indonesi dan terdapat foto Ketua Umum Aliansi, Djoni Lubis, Satu buah surat susunan Pengurusan DPC Lembaga Aliansi Indonesia yang di tanda tangani Ketua Umum Djoni Lubis dan Sekertaris Jenderal T. Bustaman, Satu buah surat tugas Dewan pimpinan pusat Lembaga Aliansi Indonesia Yang ditanda tangani oleh ketua umum Djoni Lubis, yang di keluarkan di jakarta tertanggal 13 Maret 2018 sampai dengan 12 Juni 2018, Satu buah Hp merk Samsung, Satu buah kendaraan roda Empat Minibus Avanza warna putih.

“Guna proses lebih lanjut, saat ini pelaku berikut barang bukti kita amankan di Polres Lambar,” pungkasnya. (dri/jpn/niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here