BERBAGI
Bunda PAUD Provinsi Lampung Riana Sari Arinal menghadiri pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) 6.964 orang anak PAUD Kota Metro menabung di celengan dengan peserta terbanyak, di Stadion Tejosari, Kota Metro, Kamis (8/8) pagi. Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Medsoslampung.co – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal menghadiri pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) 6.964 orang anak PAUD Kota Metro menabung di celengan dengan peserta terbanyak, di Stadion Tejosari, Kota Metro, Kamis (8/8) pagi.

Riana Sari mengatakan, menabung adalah kebiasaan postif yang perlu diajarkan kepada anak. Diharapkan anak terhindar prilaku boros dan kelak siap untuk mengelola keuangannya sendiri.

“Selain berguna untuk simpanan masa depan, kebiasaan menabung juga bisa untuk membentuk kepribadian anak, dengan mendidik dan mengenalkan anak cara mengelola keuangan yang baik, maka si kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai uang,” ujarnya.

Kegiatan dengan tema “Menabung Sejak Dini Bahagia Setelah Dewasa” ini selanjutnya mencatat rekor dan diganjar penghargaan MURI. Pemberian penghargaan disaksikan langsung oleh Bunda PAUD Provinsi Lampung Riana Sari Arinal.

Bunda PAUD yang juga merupakan Ketua TP PKK Provinsi Lampung ini mengatakan, bahwa anak kecil biasanya suka sesuatu yang menarik bentuknya. Celengan hasil kreasi anak tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk menabung tapi juga pengenalan ke anak soal bagaimana memanfaatkan barang bekas menjadi lebih bermanfaat dan mengurangi sampah.

Riana menerangkan bahwa anak PAUD adalah investasi bangsa indonesia di masa depan. “Anak PAUD ini merupakan penentu masa depan kita bangsa Indonesia. Mereka tidak hanya dikenalkan pendidikan di sekolah saja namun juga soal kreatifitas dan penguatan pendidikan karakter,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Metro Djohan menyampaikan bahwa diraihnya Rekor Muri oleh Pemkot Metro ini sekaligus menyambut Hari Anak Nasional dan kado untuk hari jadi Kota Metro ke 82 tahun, yang melibatkan anak PAUD se-Kota Metro dengan memanfaatkan botol bekas sebagai celengan.

“Botol bekas tersebut dibuat celengan yang berfungsi untuk menabung atau menyimpan uang para siswa. Celengan dikreasikan sesuai ide kreatif para siswa PAUD seperti mainan bus, pesawat, kapal, bunga, rumah dan lainnya,” ujarnya

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro berharap dengan melibatkan siswa PAUD dalam berkreasi membuat celengan dari barang bekas salah satunya untuk menanamkan pendidikan karakter. Sebab bahan yang dipakai membuat celengan merupakan barang tidak terpakai dan bisa dimanfaatkan lagi. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here