BERBAGI

Medsoslampung.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung Fahrizal Darminto membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota se Lampung Tahun 2020 di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Selasa (11/08/2020).

“Pelatihan kepemimpinan sangat penting bagi calon pejabat atau yang telah menduduki jabatan, mengingat seorang pemimpin harus memiliki bekal ilmu kepemimpinan,” ujar Fahrizal.

Ia katakan, dengan Pelatihan Kepemimpinan akan dihasilkan seorang pemimpin yang mampu mengayomi, membimbing dan mengarahkan stafnya untuk berkeinginan sama dalam mencapai tujuan organisasi.

“Sehingga lahirlah para pemimpin yang ahli dan profesional,” katanya.
Pelatihan Kepemimpinan ini, ujar
Fahrizal untuk mampu menjadi pemimpin perubahan di instansinya dan dapat memberikan pelayanan terbaik serta dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Governance.

“Terutama Aspek Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi Reformasi Birokrasi sebagai perwujudan pelaksanaan Misi Visi dan Janji Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung,” ujarnya.

Namun demikan, Fahrizal menjelaskan menilik urgensi dan pentingnya sasaran pelatihan, maka pelatihan harus dipahami dan dilihat dari perspektif sebuah sistem pelatihan.

Ia menyebutkan sistem pelatihan sangat tergantung dari kualitas sarana dan prasarana, tenaga pengajar yang berkualitas dan penyelenggara pelatihan yang berorientasi pada pelayanan.

“Lalu kemampuan peserta pelatihan yang terseleksi dengan baik, IT yang menunjang, apalagi di era Pandemi Covid 19 dan dukungan pendanaan yang memadai,” katanya.

Menurutnya, apabila hal tersebut dilakukan dengan baik, di masa mendatang Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Lampung akan mampu memiliki daya saing dalam konstelasi regional maupun nasional.
Dimana mampu menghasilkan peserta pelatihan yang profesional, yang mampu melakukan inovasi.

“Terlebih, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pengawas ini berasal dari Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung,” ujarnya.

Pada acara tersebut, untuk mendukung kelancaran pelatihan, dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan baik Penyelenggara, Peserta, dan Narasumber/ Pengajar. Di antaranya, mencuci tangan sebelum masuk ruangan, menggunakan hand sanitizer saat masuk ruang pertemuan/belajar, cek suhu tubuh peserta sebelum masuk ruangan pertemuan/belajar. Kemudian, Wajib memakai masker bagi peserta dan Undangan.

Sementara itu Plt. Kaban BPSDM Adi Sriyono menjelaskan tujuan pelatihan adalah untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator jabatan. Kompetensi yang ingin dibangun pada pelatihan kepemimpinan administrator dan pengawas adalah kompetensi kepemimpinan manajerial untuk menjamin terlaksananya penyelenggaraan pemerintah sesuai peraturan perundang-undangan.

“Peserta pelatihan kepemimpinan administrator diikuti sebanyak 40 peserta dan pengawas sebanyak 40 peserta”, jelasnya.

Ditambahkan, kurikulum terdiri dari 4 agenda yaitu kepemimpinan pancasila dan nasionalisme, kepemimpinan kinerja, manajemen kinerja, aktualisasi kepemimpinan. Untuk Pengawas juga terdiri dari 4 agenda yaitu kepemimpinan pancasila dan bela negara, kepemimpinan pelayanan, pengendalian pekerjaan dan aktualisasi kepemimpinan. (brl/iwr)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here