BERBAGI

Medsoslampung.co – Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara harus memberikan perhatian khusus pada Balai Benih Ikan (BBI) Kecamatan Tanjung Raja. Sebab, kondisi BBI memprihatinkan. Dari 22 kolam benih, hanya lim unit yang berfungsi.

Padahal, kabupaten itu sedang berupaya swasembada ikan air tawar. Selain itu, saat ini digalakkan Program Gemar Makan Ikan (Gemar Ikan).

Kepala Dinas Perikanan Lampura Sanny Lumi mengakui kondisi BBI Tanjung Raja membutuhkan perhatian. Itu diketahuinya saat melakukan pengecekan ke BBI tersebut pada Jumat (4/10). Kunjungan dilakukannya bersama staf Dinas Perikanan.

Dalam kunjungan itu, Kepala BBI Tajung Raja Riwanto menjelaskan sejumlah kendala. Yang utama adalah minimnya dana operasional. Sehingga perawatan kolam tidak maksimal.

“Kolam di BBI Tanjung Raja berjumlah 22 unit kolam tetapi yang berfungsi hanya lima. Sisanya, dikarenakan kolam mengalami kebocoran sehingga meski diisi air selalu saja kering. M,minimnya anggaran operasional menjadi kendala, membuat kami yang di balai tidak bisa melakukan perawatan guna memperbaiki kolam yang bocor. Bahkan, pakan saja dipastikan tidak mencukupi untuk konsumsi benih ikan,” jelasnya.

Sanny Lumi berjanji ke depan Dinas Perikanan akan fokus mengoptimalkan balai benih. Sebab, BBI adalah kunci swasembada ikan.

“Dalam waktu dekat ini saya akan menghadap Pak Bupati Agung ilmu Mangkunegara untuk melakukan koordinasi masalah yang dihadapi Dinas Perikanan,” tuturnya.

“Kendala kita adalah anggaran operasional balai yang minim, Rp25 juta per tahun. Itu termasuk honor dan pakan ikan. Sedangkan perawatan kolam tidak ada anggaran,” sambung Sanny.

Ia meyakini, pengelolaan BBI akan maksimal jika pembenihan terlaksana dengan baik. “Jika BBI sudah produktif, akan berdampak kepada pendapatan yang berkelanjutan bagi Lampung Utara,” ujarnya. (lin/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here