BERBAGI

Medsoslampung.co – Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan langsung menjadi perbincangan warganet. OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era Firli Bahuri tersebut ditwett sebanyak 7.177 kali dilaman Twitter.

Komentar datang dari ragam latar profesi. Ada politisi, ustadz dan lain sebagainya.

Yang paling geram adalah Mustofa Nahrawardaya, calon legislatif dari Partai Amanat Nasional, yang sempat terseret kasus penyebaran hoaks.

“Komisioner KPU yang sering debat panas dgn saya di TV selama Pilpres ternyata ditangkep KPK. Namanya Wahyu Setiawan. Ahli “hisap” akut,” komennya dengan melalui @tofalemontofa.

Lebih keras lagi disampaikan Tengku Zulkarnain via akun @ustadtengkuzul.
Ustadz berdarah Melayu Deli dan Riau, yang kini menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Periode 2015- 2020 tersebut sampai menyarankan hukuman mati.

“Ayo KPK usut tuntas, kasusnya. Jika terkait Pemilu dan Pilpres, dan nanti terbukti terima suap, HUKUM MATI saja. Bongkar Tuntas..! Bravo!” tulisnya.

“Bongkar Semua Di KPU yu, jangan Mau kena Sendiri..,” cuit Puti Chanie @Puti_Chanie.

Penangkapan Wahyu juga diprediksi bakal mengekor ke komisioner lainnya. Seperti ciutan Putra Erlangga @PutraErlangga.

“One By One, Apakah Yang Lain Bakal Menyusul…? 🤔 7 anggota KPU RI 2017-2022:Pramono Ubaid Tanthowi, Wahyu Setiawan, Hasyim Asy'ari, Ilham Saputra, Viryan, Evi Novida, Ginting Manik, Arief Budiman. Mari Kita Tunggu Episode Selanjutnya🙊,” tulisnya. (niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here