BERBAGI

Medsoslampung.co –

Masyarakat Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, keluhkan ulah oknum pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gunung Batin Baru. Oknum itu mengizinkan pengisian BBM jenis penugasan premium dengan cara jeriken dan tangki modifikasi.
“Kami sangat kecewa dengan pengelola SPBU Gunung Batin Baru yang semaunya membiarkan pelaku pengisian BBM premium dengan menyiasati alat kelengkapan pengisian. Kami masyarakat yang mempunyai hak atas subsidi pemerintah untuk BBM premium, bisa dikatakan tidak pernah diberikan kesempatan oleh pengelola SPBU. Pengelola SPBU hanya mengizinkan para pengecor (pelaku pengisian BBM melebihi kapasitas),” ungkap Is, warga Gunung Batin Ilir.
Praktik keculasan dan kecurangan yang dilakukan oknum pengelola SPBU Gunung Batin Baru, juga dikuatkan dengan pernyataan dari salah satu orang pengecor.
“Untuk mendapatkan jatah pengisian BBM jenis premium pada SPBU itu tentunya tidak gratis. Karena harus mengeluarkan uang tip untuk pengelola. Kalau tidak begitu, jangan harap kita bisa mendapatkan izin ngecor. Apalagi di SPBU itu dibackup langsung oleh oknum aparat penegak hukum, yang sudah pasti ikut merasakan uang tip itu,” ujar AB.
Sementara, Riski, pengawas SPBU Gunung Batin Baru, saat dikonfirmasi membantah prihal dugaan itu.
“Baik bang kebetulan saya lagi libur, terkait keluhan masyarakat, khususnya wilayah Terusan Nunyai kami prioritaskan perihal pengisian produk penugasan premium. kami klarifikasi kembali bang saya selaku pengawas di SPBU tersebut tidak ada perizinan pengisian BBM jenis penugasan premium dengan cara jerrycan/tanki modifikasi bang. Sudah kami tegaskan kembali ke pihak pengguna agar pengisian dibatasi maksimal Rp220 ribu guna untuk meminimalisir antrean panjang dan menjaga stock BBM agar maksimal,” katanya melalui pesan whatsapp.
“Produk premium saat ini kuota sudah dibatasi 8kl/hari oleh pihak terkait dikarenakan mengacu Surat Edaran Perpres Nomor 191 tahun 2014. Terima kasih bang infonya,” tambahnya. (gun/hel)
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here