BERBAGI

Medsoslampung.co – Olivia Zalianty memukau hadiri di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, Senin (30/9) malam. Penyair, pecinta, dan penggiat puisi, semua terlena terhipnotis.

Ia mengawali aksi panggung dengan membaca puisi “Post Truth” karya Bara Pattyradja. Sangat menjiwai dan menarik.

Post Truth menggambarkan kondisi kekinian di dunia dan Indonesia. Tersebarnya informasi dalam bentuk fake-news (berita bohong) maupun hoax (berita fakta yang dipelintir).

Asumsi filosofisnya, tidak ada kerangka moral dan kebajikan universal sebagai acuan. Yang mencuat yakni nihilisme, narsisme, skeptisime, dan post-modernisme. Semuanya menolak kebenaran universal. Alhasil, realitas hanyalah persepsi atau terikat pada perspektif dan interpretasi individu.

Selain puisi “Post Truth”, Olivia juga membaca “Android”. Lanjut duet dengan Bara dan musik oleh Erfin Faz membaca puisi Tiga Negeri Sajak Epic.

Keseluruhan, delapan puisi disuguhkan Olivia. Artis sinetron ini juga sesekali tampak jenaka menghibur penonton.

Yang menarik lagi, pembacan puisi diiringi demo lukis menggunakan benang dan paku oleh pelukis Embah Surip.

Acara itu tampak dihadiri politisi Tulus Purnomo, Muchlas E Bastari, Ferdi Gunsan.

Sebelumnya, Direktur Lamban Sastra Agusri Junaidi menjelaskan bahwa sebelum artis dan penyair serta musisi Jakarta tampil, pemusik Musik Lampung Peduli akan menjadi pembuka malam nanti. “Penampilan Olivia, Bara, dan Erfin Fast adalah malam puncak Pekan Puisi 2019,” tuturnya. (brl)

 

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here