BERBAGI

Medsoslampung.co – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII memperingati Nuzulul Qur’an di Masjid Baitun Nabat, Komplek Perumahan Kantor Direksi, Bandar Lampung, Rabu (22/5) malam. Direktur Utama M. Hanugroho didampingi Direktur Operasional Husairi secara simbolis memberikan santunan kepada 1.416 yatim piatu.

Acara diawali dengan buka bersama, salat maghrib, isya, dan tarawih berjamaah dilanjutkan dengan pemberian santunan yatim. Setelah itu, tausiah oleh Ustaz Sulaiman Achmad dan ditutup dengan doa.

Tahun ini, PTPN VII memberikan santunan kepada 1.461 yatim piatu yang tersebar di wilayah kerja PTPN VII. Meliputi, Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Direktur Utama PTPN VII Hanugroho mengajak seluruh karyawan yang hadir untuk bersyukur kepada Allah SWT, atas nikmat dan karunianya sehingga bisa berkumpul untuk memperingati Nuzulul Qur’an.

Tema yang diambil juga sangat religius dan produktif yakni ” Dengan Nuzulul Qur’an kita amalkan Al Qur’an untuk kebangkitan Perusahaan”. Tema ini bisa menjadi reperensif dalam menjalankan perusahaan. Ini tema memadukan konsep dinamis yang diajarkan agama kepada kita, melalui Nabi Muhammad SAW, agar dapat seimbang antara usaha dan doa.

Ia berharap kebersamaan dalam kegiatan ini dapat meningkatkan soliditas, sehingga menimbulkan rasa persaudaraan dan gotongroyong.

“Komunikasi ramah dan tegas merupakan salah satu tuntutan untuk meningkatkan kebersamaan, soliditas, dan dapat tingkatkan lagi sehingga timbul rasa persaudaraan dan gotongroyong. Komunikasi┬áramah dan tegas ini tuntutan perusahaan kepada kita,” ucapnya.

Pada kesempatan itu juga, Dirut bersyukur, dimana PTPN VII masih bisa berbagi kepada sesama. “Semoga santunan ini bisa bermanfaat. Keberadaan PTPN VII harus dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar,” katanya.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Sulaiman Achmad menyampaikan tentang turunnya Al Qur’an. Turunnya Al Qur’an merupakan peristiwa yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
Kitab suci Al Qur’an pertama kali diturunkan di Bulan Ramadan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadan. Karenanya tanggal 17 Ramadan merupakan tonggak panjang dalam sejarah umat manusia, yang memisahkan antara zaman gelap gulita dengan zaman terang benderang, antara yang haq dan yang batil. (hms-ptpnvii/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here