BERBAGI

Medsoslampung.co – Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus tekankan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jangan anti terhadap wartawan. Menurutnya, pemerintah dan wartawan harus saling berkaitan dalam pembangunan daerah.

Hal itu diungkapkan orang nomer satu Lambar saat acara Ngupi Bebakhong (Ngopi Bareng) Pemkab Lambar bersama insan pers yang bertugas di Lambar di Taman Kota Hamtebiu, Senin (1/7).

Parosil Mabsus mengatakan, salah satu fungsi kerjasama yang nyata antara pemerintah dan wartawan yakni tersebar luasnya program-program yang dilaksanakan pemerintah daerah.

“Sangat disayangkan kita membuat dan melaksanakan program-program yang cemerlang namun masyarakat kita pun banyak yang tidak tau. Bagai mana dengan masyarakat luas,” ucapnya.

Dengan itu, diharapkan seluruh OPD terbuka dalam informasi pembangunan yang sedang dijalankan terhadap wartawan.

“Saya pernah baca berita di daerah jawa, pemerintah daerahnya menyediakan pakaian seragam untuk masyarakat kurang mampu saja dapat terekpost. Untuk kita sendiri, pemerintah daerah menyediakan seragam sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) namun informasi ini kurang terekpost oleh media,” ungkapnya.

Parosil juga mengatakan pemerintah daerah dimasa kepemimpinanya tidak alegri terhadap keritik dan saran dari teman-teman media. Dengan adanya kritik dan saran tentunya menjadi koreksi pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan.

“Kita tidak pungkiri dimasa kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin yang telah berjalan 2 tahun dalam melaksanakan tugas ada ketidak maksimalkan dalam menjalankan program. Seperti masukan dari teman-teman media dalam mengawasi pembangunan sangat diperlukan. Hal ini untuk semata-mata untuk pembangunan Lampung Barat,” tegasnya.

Sementara itu perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lambar Iwan Setiawan mengatakan, bahwa sanya insan pers baik yang tergabung dalam wadah organisasi PWI maupun organisasi kewartawanan lainnya sangatlah banyak. Dari media elektronik TV, Online dan Cetak terhitung hingga puluhan.

Namun, terkait dalam penyebaran informasi memang tidak sedikit dilapangan ditemukan kendala-kendala. Salah satunya, sulitnya menembus narasumber untuk dimintai informasi.

Selain itu, kurangnya informasi terkait program pemerintah dalam hal ini OPD yang melaksanakan.

“Salah satu contoh yakni terkait kegiatan festival kopi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Terus terang saya tidak tahu informasi acara sampai saat. Apakah dinas menunggu Bupati ekpost terlebih dahulu untuk menyebar luaskan informasinya,” cetusnya. (dri/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here