BERBAGI

ML-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan sedikitnya 15 jenis pelanggaran dalam Pilkada 2018 di berbagai daerah. Demikian diungkapkan Komisioner KPAI bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra.

“Ini bentuk-bentuk penyalahgunaan anak dalam bidang politik,” kata Jasra di sela acara penandatangan nota kesepahaman Kampanye Ramah Anak dengan Bawaslu RI di Jakarta, Selasa (20/3).

Jasra yang juga Koordinator Pemantau Pilkada KPAI mengatakan, pola kampanye Pilkada 2018 itu secara aktif melibatkan anak dalam prosesi politik.

Sejumlah partai politik atau pasangan calon berpotensi melanggar Pasal 15 dan pasal 76 H dari UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Berikut ini 15 jenis pelanggaran yang diidentifikasi oleh tim dari KPAI dari delapan kasus. Beberapa kasus sedang dalam proses penanganan Bawaslu dan sebagian lagi dalam proses konfirmasi. (jpn/niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here