BERBAGI
Musa, mahasiswa FE Unila asal Manokwari, Papua, saat menyampaikan testimoni pada malam Baca Puisi Save Papua Love Papua di Lamban Sastra, Selasa (3/9) malam.

Medsoslampung.co – Lagu dari Sabang Sampai Merauke ciptaan R. Suharjo mengawali Gelaran┬áBaca Puisi Save Papua Love Papua, di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS di Jalan Raden Saleh, Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Selasa (3/9) malam. Acara yang dikemas sangat sederhana ini berlangsung semarak

Acara kian meriah dengan testimoni Musa Heri Marisan. Ia adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, asal Manokwari, Papua.

“Ada banyak orang yang bilang, kalau kita di Papua itu punya Freeport, minyak, dan lainnya. Kita hidup di atas emas, faktanya kita hidup saja sudah susah. Karena itu, kejadian kemarin sangat sakit bagi kita,” ucap sedih.

Ia katakan, soal keinginan merdeka intinya tidak ada. Kalau pun ada aksi-aksi, sebenarnya itu hanya letupan-letupan karena emosi saja,” sebut mahasiswa semester tiga itu.

Karena itu, Musa terkesan dengan kepedulian masyarakat Lampung akan Papua. Tak ada perbedaan rambut, warna kulit, suku, dan ras.

“Pesan saya buat Indonesia, agar Papua aman dan damai sehingga bisa kembali seperti semua. Tidak ada perbedaan bagi kami. Tidak kulit hitam atau pun kulit putih, kita satu Indonesia,” pungkas Musa. (niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here