BERBAGI

Medsoslampung.co – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), berkomitmen untuk mengajukan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang ada di wilayah paling terisolir. Yakni Way Haru, Kecamatan Bangkunat, ke Direktorat Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepala Dinsos Pesibar Marzuki mengatakan bahwa hingga saat ini empat pekon yang ada di Way Haru yaitu Pekon Way Haru, Bandar Dalam, Siring Gading, dan Way Tiyas, belum sekalipun tersentuh bantuan bedah rumah program Rutilahu.

“Padahal umumnya hunian masyarakat di wilayah paling ujungnya Pesibar itu memang sangat perlu untuk mendapat kucuran bantuan program Rutilahu. Terlebih Bupati Pesibar juga cukup fokus dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Wayharu,” ucap Marzuki, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (22/7),

Karenanya, lanjut Marzuki, pihaknya segera mengajukan Rutilahu masyarakat yang ada di Way Haru ke pusat pada Tahun 2020 mendatang. “Mengingat ketersediaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pesibar sangat terbatas,” terusnya.

Kendati begitu, Marzuki juga memastikan bahwa penanganan Rutilahu diwilayah Way Haru akan dilakukan secara bertahap, karena jumlahnya yang cukup banyak.

“Saya lupa jumlah persisnya, dan harus dilakukan bertahap. Hal itu disebabkan untuk wilayah lain di Pesibar juga masih banyak yang perlu penanganan serupa,” pungkasnya.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), karena memang penanganan terbesarnya ada di DPRKP,” tukas Marzuki. (ers/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here