BERBAGI

Medsoslampung.co – Ada yang menarik pada prosesi pelantikan anggota legislatif (Aleg) Lampung Utara (Lampura) terpilih hasil Pemilu 17 April 2019. Pasalnya, hanya 44 orang dari 45 Aleg terpilih yang dilantik dalam Sidang Paripurna Istimewa di sekretariat DPRD setempat, Senin (19/8).

Satu dari Aleg terpilih yang tidak dilantik yakni Sandy Juwita, asal partai Gerindra daerah pemilihan (Dapil) I. Alasan tidak dilantiknya Sandy Juwita sebagai Aleg periode 2019-2024 itu dikarenakan yang bersangkutan sedang dalam proses di mahkamah Partai Grindra.

Menanggapi hal itu, Sandy Juwita melalui pesan Whatshappnya, Senin (19/8) mengaku kaget saat mengetahui bahwa dirinya tidak ada dalam surat keputusan (SK) Gubernur Lampung tentang pelantikan Aleg terpilih.

Dalam SK tersebut dijelaskan bahwa dia sedang dalam proses di majelis mahkamah partai.

“Saya tahu bahwa saya tidak masuk dalam SK Gubernur pada hari Jum’at 16 Agustus yang lalu, makanya saya tidak ikut pelantikan,” kata Umi Sandy, sapaan akrabnya.

Terkait alasan bahwa dirinya sedang dalam proses di majelis mahkamah partai, Umi Sandy mengaku bahwa dirinya tidak merasa sedang bermasalah dan diproses di mahkamah partai.

“Saya merasa tidak pernah dipanggil oleh DPP khususnya mahkamah partai. Karena itu saya langsung menghadap mahkamah partai ke DPP. Di sana saat menghadap salah satu Wakil Ketua Mahkamah Partai, saya mendapat penjelasan bahwa mahkamah partai sampai saat ini tidak pernah memproses kader partai Gerindra. Kalaupun ada, maka pemerosesannya dilakukan setelah pelantikan menjadi wakil rakyat,” papar Umi Sandy.

Terkait polemik tersebut. Politisi wanita ini menyerahkan segala keputusan kepada DPP Gerindra. Karena dia yakin DPP akan bijak dalam menyelesaikan permasalahan internal partai.

Terpisah, Ketua KPU Lampura Marthon saat dihubungi melalui telepon seluler menyatakan  bahwa pihaknya tidak bisa mencampuri urusan internal partai. Baginya KPU Lampura telah bekerja sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami tidak tahu persis permasalahannya karena itu masuk ranah urusan internal partai. Yang pasti kami menyampaikan usulan pelantikan anggota dewan terpilih pada Pemilu 17 April yang lalu kepada Gubernur. Perihal nama yang bersangkutan tidak ikut dilantik berdasarkan SK Gubernur dengan alasan dia (Sandy Juwita) sedang dalam proses di majelis mahkamah partai, itu di luar kewenangan kami,” terang Marthon.

Sebelumnya diberitakan, KPU Lampura telah mengajukan surat usulan pelantikan dewan terpilih kepada Gubernur Lampung melalui Bupati Lampura. Usulan nama-nama Aleg terpilih untuk dilakukan pelantikan kepada Gubernur Lampung itu tertuang dalam SK KPU Lampura nomor : 039/HK 04.1-Kpt/1803/KPU-Kab/VII/2019.

Sementara  pelantikan dan pengambilan sumpah Aleg terpilih periode 2019-2024 tertuang dalam SK Gubernur nomor : G/588/B.01/HK/2019.

Diketahui, Sandy Juwita ditetapkan KPU Lampura sebagai Aleg terpilih pada pemilu 17 April 2019 yang lalu untuk periode 2019-2024 dengan perolehan suara sebanyak  3.179. Sandy sendiri merupakan calon legislatif Lampura daerah pemilihan I (Kecamatan Kota, Kotabumi Selatan dan Kotabumi Utara). (ysn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here