BERBAGI

Medsoslampung.co – Polres Lampung Timur (Lamtim) operasi tangkap tangan (OTT) terhadap CAN, tenaga ahli DPR RI, Jumat (2/8). Warga Tasikmalaya, Jawa Barat, itu melakukan pungutan liar terhadap sejumlah kelompok tani di Lamtim.

Kapolres Lamtim AKBP Taufan Dirgantoro menjelaskan, CAN diamankan beserta barang bukti berupa uang tunai Rp5 juta, buku tabungan, tanda pengenal dan sebuah telepon genggam. 

Menurutnya, tersangka melakukan pungli dengan cara meminta imbalan kepada kelompok tani yang menerima bantuan traktor roda empat dari Kementerian Pertanian tahun anggaran 2017.

“Untuk satu kelompok tani diminta uang antara Rp70 juta hingga Rp100 juta dengan sistem pembayaran bertahap. Dari hasil penyidikan selama 2017 hinggga 2019 sudah ada 5 kelompok tani yang menyerahkan uang kepada tersangka dengan total mencapai Rp215 juta,” ungkap Taufan Dirgantoro.

Ia melanjutkan, masih ada sejumlah kelompok tani yang belum menyerahkan uang imbalan, tersangka datang langsung ke wilayah Kecamatan Batanghari Nuban, Lamtim, Senin (29/7). Kepada kelompok tani di kecamatan tersebut, tersangka meminta uang imbalan Rp5 juta.
Di saat itulah, tersangka terjaring OTT oleh Polres Lamtim. “Tersangka dan barang bukti kami amankan di Polres Lamtim guna pengembangan penyidikan lebih lanjut,” jelas kapolres.

Kapolres menambahkan atas perbuatannya tersangka terancam hukuman pidana paling lama 20 tahun. Itu sebagaimana diatur pasal 12 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. (fen/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here