BERBAGI

Medsoslampung.co – Surip, pelukis stringart, menghadiahi sebuah lukisan wajah Olivia Zalianty di acara Baca Puisi Bara Pattyradja di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, Senin (30/9) lalu.

Surip melukis dengan menggunakan triplek, busa, paku, dan benang. Karya lukisnya itu bernama stringart.

Ia mulai dengan membuat pola, kemudian pada titik tertentu dipasang paku kecil. Paku-paku itulah yang menghubungkan benang hitam, hingga membentuk wajah.

Ia melukis artis sintron itu sepanjang acara, atas kerja sama Lamban Sastra dengan Seniman Lampung Peduli (Selpi).

Selama 4 jam ia menggarap lukisan di sayap kiri panggung seni Lamban Sastra, seiring acara berlangsung.

Selama kegiatan berkarya, Olovia tak tahu kalau Mbah Surip–sapaan akrabnya, sedang merampungkan lukisan.

Tepat pukul 21.00, Surip menyelesaikan karyanya. “Alhamdulillah, selesai juga,” ucapnya riang kepada pengampu Lamban Sastra, Isbedy Stiawan ZS, malam itu.

Selain stringart, ia juga pernah menekuni lukis dengan batok kelapa, spoon, rotan, dan lain-lain.

“Saya memulai dari mendokarasi saat pernikahan,” kata ayah 3 perempuan kelahiran Kedaton 3 Maret 1976 ini.

Mbah Surip adalah julukan yang diberikan saat ia bekerja di PT Sis Adaro tahun 2008. Sejak itu melekat dalam dirinya. Tua muda memanggilnya Mbah Surip.

Surip kini tinggal di Desa Haduyang, Dusun Padmosari 2, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Sejak kapan geluti lukis pakai benang dan paku?

“Menggeluti karya stringart kurang lebih 1,5 thn. Mengawali dari senimahar pernikahan, dekorasi pelaminan,” jelasnya.

Surip suka mencoba sesuatu yang beda. Contoh mozaik, emboss painting, siluet, guiling paper.

Bekajar stringart didapat dari media sosial. Dia melihat metode dari Debby Smith asal Inggris, Nicoleta, Luis Lira, dan lainnya.

“Saya juga mengikuti group stringart dunia,” imbuh lelaki berjanggut panjang itu.

Ditambahkan, kalau kreasi dibuat berdasarkankan hobi. Ia pernah menggunakan bahan batok kelapa, rotan, spoon, tapas kelapa, byngkus saset kopi, pasir, tali karung, benang wol, serta benang jahit.

“Saya suka yang aneh, beda, dan langka digarap orang dalam berkarya seni,” ungkapya usai menyerahkan lukisannya pada Olivia.

Mbah Surip juga pernah melukis Wakil Gubernur Lampung Chusnunia (Nunik). Ke depan ia ingin fokus melukis yang digelutinya ini, dan mengadakan penggalangan dana.

Surip adalah pelukis yang terbilang beda dan langka. Karena terbuka lebar baginya untuk maju. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here