BERBAGI

Medsoslampung.co – Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 mendapat antusiasme tinggi dari banyak instansi pemerintah.

Ada sejumlah instansi yang sebelumnya tidak ikut dalam kompetisi ini, justru bisa masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik. Kenyataan itu dinilai sebagai pemerataan motivasi dalam inovasi pelayanan publik.

Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Diah Natalisa.

“Jadi yang kita lihat adalah adanya peningkatan, tidak hanya kuantitas tapi juga kualitas. Ada pemerataan motivasi daerah untuk ikut berpartisipasi memberikan solusi dalam pelayanan publik semakin intens,” ujar Diah, di sela sesi wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019, di Kementerian PAN-RB, Jakarta, Selasa (2/7).

Menurut Diah, banyaknya inovasi baru yang muncul pada KIPP 2019 juga disebabkan kepercayaan publik terhadap pelayanan publik semakin baik. Terobosan ini tak hanya mendapat apresiasi di tingkat nasional, tapi juga internasional.

Dua tahun terakhir inovasi-inovasi hasil dari KIPP menjuarai di ajang berkelas dunia, termasuk United Nations Public Service Award (UNPSA) dari PBB dan juga dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

“Ini menggembirakan, satu hal yang jauh lebih penting lagi adalah selain melahirkan inovasi yang handal, kita juga berharap terobosan-terobosan baik, praktik-praktik baik itu juga dapat disebarluaskan dengan program scaling up,” jelas mantan Ketua Kopertis Wilayah II Sumbagsel itu.

Diah berharap, 99 inovasi terbaik tahun 2019 ini dapat diterapkan oleh berbagai instansi yang membutuhkan. Inovasi-inovasi ini diharapkan tidak ikut menghilang jika ada pergantian pimpinan instansi atau pimpinan daerah.

“Kita coba untuk melembagakan dengan menggunakan aturan-aturan hukum yang dapat mengikat supaya inovasi itu tetap eksis,” tegas Diah. (drw/jpn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here