BERBAGI

Medsoslampung.co – Pelaksanaan Pemilihan Umum  Kepala Daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara (Lampura) Serentak dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung pada 27 Juni 2018 lalu menyisakan persoalan.

Persoalan tersebut yakni belum terbayarkannya honor/gaji staf melekat di 23 kecamatan yang ada. Honor/gaji yang belum ditunaikan untuk 69 staf Panwascam itu adalah untuk bulan November 2018 dengan nominal honor/gaji Rp.1.250.000,-  per orang.

Informasi dugaan penghilangan hak atas seluruh staf melekat Panwascam itu disampaikan oleh mantan staf melekat Panwascam Abung Tinggi.

Menurut sumber yang tidak ingin identitasnya disebutkan ini, dirinya mengakui bahwa  seluruh staf melekat se-Lampira pada pemilukada serentak 2018 yang lalu belum mendapatkan honor/gaji akhir yang tercatat di bulan November 2018 sesuai dengan SK yang mereka terima.

“Saya mewakili rekan-rekan staf melekat yang ada di seluruh Panwascam se-Lampung Utara mempertanyakan kejelasan honor atau gaji kami bulan November 2018. Hingga saat ini tidak ada kabar dan kejelasannya,” ungkapnya dengan nada keluh di Sekretariat Bawaslu Lampung Utara, Rabu (14/8).

Dirinya mengaku, kedatangannya bersama beberapa rekan lainnya di Sekretariat Bawaslu Lampura guna menanyakan kejelasan  hak mereka tersebut.

“Honor yang semestinya kami terima itu pada saat pelaksanaan pemilukada serentak waktu itu,” terangnya.

Menurut dia, saat itu Kepala Kesekretariatan (Kasek) Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lampura dijabat oleh Indra Dharmawan.

“Waktu itu  Kasek Panwaslu Lampura adalah pak Indra Dharmawan. Sekarang menurut informasi dia (Indra Dharmawan) sudah jadi Kasek Bawaslu di Kabupaten Lampung Tengah. Pada prinsipnya, kami menginginkan adanya kejelasan dan tanggung jawab dari Kasek Indra,” tegasnya.

Jika diakumulasi jumlah honor/gaji ke 69 staf melekat yakni senilai Rp86.250.000,-. Jumlah tersebut terdiri dari penjumlahan Rp.1.250.000,- yang harus diterima oleh masing-masing staf.

Sementara itu, petinggi Panwaslu Lampura saat itu dijabat oleh Zainal Bachtiar, Agus Ramdani, dan Ma’sum Busthomi belum dapat dimintai keterangan.

Saat awak media menelepon Zainal Bahtiar, nomor ponsel yang dituju memblokir semua panggilan masuk.

Sementara, saat menelepon Agus Ramdani, meski dalam keadaan aktif, namun tidak ada jawaban. Adapun Ma’sum Bustomi, saat ini sedang menunaikan ibadah haji. (red/hel)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here