BERBAGI
Nizwar/penulis adalah General Manager jp-news.id dan medsoslampung.co.

Selaku makhluk sosial yang berperikemanusiaan, dimana nurani ini sampai-sampai kakak beradik di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), terpaksa memakan daging kucing.

Kucing mati pula. Ditemukan di jalan yang menjadi bangkai akibat terlindas kendaraan. Oleh Wagimin (35), warga Jalan Jeruk, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampura, bangkai itu diambil dan dibawa pulang ke rumah.

Selanjutnya, pemulung itu menjadikan santapan bersama sang adik, Suyatno (30). Hanya lantaran ingin sekali memakan daging.

Lupakah siapa diri kita! Wahai makhluk pemilik akal dan hati, kenapa jiwa mu abai? Mereka (yang tertindas zaman) tanggungjawab siapa? Dimana pula pemerintah?

Bukankah, Undang Undang Dasar Tahun 1945 pada Pasal 33 Ayat 2 mengamanatkan; ”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Kemakmuran bagaimana yang dimaksud. Rakyat yang mana? Rakyat siapa pula? Apakah kemakmuran milik segelintir orang saja, rakyatnya yang berdasi, atau rakyat golongan tertentu saja.

Dalihnya, pemerintah telah mengucurkan beragam program. Sejak bantuan langsung tunai, hingga kini program keluarga harapan (PKH). Harapan siapa ini! Kenapa Wagimin dan Suyatno, tak tersentuh?

Kenapa!…Kenapa…! (nizwar)

BERBAGI

1 KOMENTAR

  1. Kan baru ketahuan kalau org itu makan kucing kalo Pemerintah tahu mereka mkn kucing mkn ngk di kasih.. terkecuali Pemerintah tahu mereka mkn kucing di biarkan baru bisa kita salah kan .. menurut sumber berita radar Lampung online mereka berdua juga ada keterbelakangan mental

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here