BERBAGI

Medsoslampung.co – Sobirin (53), warga Way Tabu, Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, menderita rematik hingga mengalami keumpuhan.

Mirisnya, karena kondisinya itu ia akhirnya diasingkan oleh sang anak dan istri di sebuah gubuk di pertilasan dekat pemakaman umum Desa Cilimus, sejak tujuh bulan lalu. Tempat pemgasingannya itu jauh dari pemukiman penduduk.

Bahkan, sang istri tercinta akhirnya menikah lagi. Beruntung, Ustadz Asep peduli dan dengan ikhlas merawat Sobirin.

“Mungkin udah bosen ngurus saya karena sakit-sakitan gini, saya ditinggalin begitu aja sama anak bujang saya,” ungkap Sobirin saat ditemui pemuda Teluk Pandan, Minggu (26/5).

Dengan nafas sesak Sobirin menceritakan bahwa ia sebenarnya memiliki banyak anak. Namun, tak satupun yang bersedia mengurusnya.

Istri yang hidup dengannya bertahun- tahun pun menghendaki ia diasingkan dari rumah. Terlebih keinginan kuat mencampakan sang suami setelah diam-diam menikah lagi

Diceritakan saat itu, sang istri menikah tanpa sepengetahuan dirinya. Ia tahu Istrinya telah menikah setelah membawa pulang suami barunya ke rumah.

Sejak kejadian tersebut istri yang ia harapkan setia, menghendaki dirinya diasingkan dari rumah di sebuah keramat pertilasan, hingga akhirnya ditemukan Ustaz Asep dan dibawa pulang untuk dirawat olehnya.

“Bapak sangat sedih punya anak kayak nggak punya anak. Istrinya juga udah nikah lagi, padahal saya belum cerai. Jangan lagi dibawa pulang ke rumah, kata emaknya. Karena emaknya (Istri Sobirin) berkuasa di rumah, karena sertifikatnya atas nama istri saya. Rumah itu saya sendiri yang buat,” ungkapnya dengan nada sedih.

“Tapi ya Allah, saya dibeginiin,” tambah Sobirin.

Sobirin juga mengungkapkan, selama ini ia belum pernah mendapat bantuan dari desa maupun dari kecamatan.

“Belum pernah dapat bantuan. Dulu Pernah sekali ditengok kepala desa waktu di petilasan, tapi cuma liat aja,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Asep berharap pihak keluarga sesekali menjumpai Pak Sobirin. “Biar bagaimana pun, ini adalah orang tua kandung mereka,” tuturnya. (ram/snd/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here