BERBAGI

Kondisi Fatimah (95), warga Dusun Tanjung Sari, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, sungguh memprihatinkan. Tunanetra ini tinggal di rumah, yang jauh dari kata layak huni. Seperti apa kondisinya?

JUMAT (12/7), wartawan media ini menuju rumah Fatimah. Siang itu, terik mentari sungguh menyengat.

Tak sulit mencari rumahnya. Sebab, Fatimah termasuk sepuh di Dusun Tanjung Sari. Ia telah lama bermukim di situ.

Ia tinggal bersama anaknya, Imawati (60), yang memiliki seorang putra Rahadi (33).

Sesampainya, sungguh memilukan. Tak layak disebut rumah. Tempat Fatimah bernaung dari hujan dan panas itu lebih tepat disebut gubuk. Reot pula kondisinya.

Dinding hanya terbuat dari bambu yang sudah tampak rapuh. Sedangkan atap porak poranda. Genting sudah tidak beraturan.

Kalau hujan turun bagian dalam rumah menjadi becek dan tergenang air. Sebab, lantai kamar sang nenek hanya beralaskan tanah.

Sementara, untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK), jauh dari kata sehat. Meski terpisah dari gubuknya, tetap saja tempat MCK berdinding bambu itu sangat tidak layak.

Begitu melihat Fatimah, makin terenyuh hati ini. Ia tergolek lemah di lantai tanah, yang beralaskan kasur lusuh.

Ternyata, nenek Fatimah sudah tidak bisa berbuat apapun. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengantungkan harapa dari sang anak, Imawati, dengan dibantu Rahadi.

Imawati yang juga berusia senja tentu sangat terbatas. Namun, Ia masih mampu mengambil upahan bila dibutuhkan oleh para tetangganya.

Sedangkan Rahadi, cucu nenek Fatimah, bekerja serabutan. Penghasilannya pun tidak menentu.

Dan hari itu, menjadi Jumat berkah bagi Fatimah. Ia dikunjungi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lampura Sanny Lumi.

Sanny mengaku menerima informasi tentang kondisi nenek Fatimah dari awak media. Kedatangannya sebagai bentuk kepedulian dan responsif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung di bawah kepemimpinan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara.

Kata Sanny, Bupati Agung telah memberikan arahan jelas. Bahwa sebagai pelayan masyarakat, pemerintah harus hadir dan ada di tengah-tengah masyarakat.

“Kita harus peka terhadap masyarakat, terlebih bagi yang membutuhkan pertolongan,” ucap Sanny.

Sementara ini, Sanny mewakili Pemkab Lampura sebatas memberikan tali asih kepada nenek Fatimah. Bantuan berupa sembilan bahan pokok (sembako).

Kadis Kominfo Lampura Sanny Lumi

Sanny menerangkan, sebagai sesama manusia alangkah indahnya bila saling berbagi.

“Ya kita sebagai manusia, alangkah baiknya bisa saling membantu. Itu akan membuat hidup kita terasa lebih berarti, dan ini juga merupakan bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara kami khususnya yang berada di Kabupaten Lampung Utara,” tutur dia.

Langkah berikutnya, Sanny berjanji secepatnya menghubungi satuan kerja terkait, agar nenek Fatmah mendapatkan bantuan. Baik bedah rumah, pembuatan KTP dan KK, juga bantuan bersifat berkontinu dari Pemerintah.

”Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait, supaya nenek Fatmah mendapatkan bantuan. Seperti anaknya yang terlebih dahulu telah mendapatkan PKH (Program Keluarga Harapan) lansia dan akan kita coba usulkan mendapat program bedah rumah,” janji Sanny. (Solihin)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here